
JAKARTA, BALIPOST.com – Momen bersejarah akhirnya dirasakan RD Kongo. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, mereka memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jamaika dengan skor tipis 1-0 pada laga final play-off interkonfederasi di Guadalajara, Meksiko, Rabu (1/4) pagi WIB.
Kemenangan dramatis ini harus diraih lewat babak tambahan waktu, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit. Gol penentu lahir pada menit ke-100 melalui bek tangguh Axel Tuanzebe, yang sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan usai sepak pojok dari Brian Cipenga.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. RD Kongo menurunkan kekuatan terbaiknya dengan lini belakang yang dikawal Tuanzebe bersama Aaron Wan-Bissaka, sementara lini depan diisi oleh Yoane Wissa dan Cedric Bakambu.
Di kubu Jamaika, perlawanan sengit juga ditunjukkan dengan kehadiran pemain-pemain kunci seperti Ethan Pinnock dan Leon Bailey. Kedua tim silih berganti menyerang, namun kokohnya lini pertahanan membuat skor tetap 0-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Peluang demi peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu mengubah papan skor. Laga pun harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Di sinilah momen krusial terjadi. Gol Tuanzebe pada menit ke-100 menjadi pembeda sekaligus penentu sejarah. Setelah unggul, RD Kongo memilih bermain lebih disiplin dan rapat di lini belakang, membuat Jamaika kesulitan menciptakan peluang berarti hingga peluit panjang dibunyikan.
Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena menjadi debut pertama RD Kongo di Piala Dunia sejak era modern. Sebelumnya, mereka memang pernah tampil pada edisi 1974 dengan nama Zaire.
Di putaran final nanti, RD Kongo akan menghadapi tantangan berat di Grup K bersama tim-tim kuat seperti Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Laga perdana mereka dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni melawan Portugal. (Suka Adnyana/balipost)









