Penyerang Timnas Italia Francesco Pio Esposito bereaksi pada pertandingan final play-off jalur A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa menghadapi Timnas Bosnia-Herzegovina di Stadion Billino Polje, Zenica, Selasa (31/3) waktu setempat. (BP/Dok. uefa.com)

JAKARTA, BALIPOST.com – Gabriele Gravina mengundurkan diri sebagai presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) setelah Timnas Italia kembali gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Jumat (3/4), Gravina mengumumkan hal tersebut pada pertemuan yang berlangsung di markas besar FIGC di Roma, Kamis waktu setempat.

Pada pertemuan tersebut Gravina menyampaikan pengunduran dirinya di hadapan beberapa perwakilan kompetisi seperti dari Serie A Ezio Maria Simonelli dan Serie B Paolo Bedin.

Baca juga:  Di Inggris, Pelancong Dapat Berlibur Tanpa Tes Covid-19

Selama pertemuan tersebut, Gravina juga berterima kasih kepada badan-badan federasi atas dukungan yang telah mereka tunjukkan secara publik dan pribadi.

Ia juga memberitahukan bahwa dirinya bersedia hadir pada 8 April di hadapan Komite VII Bidang Kebudayaan, Sains, dan Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat untuk melaporkan keadaan sepak bola Italia.

Di sinilah Presiden Gravina akan menyampaikan, selengkap dan sekomprehensif mungkin, laporan tentang kekuatan dan kelemahan olahraga tersebut, serta membahas beberapa isu yang telah dibahas selama konferensi pers yang diadakan setelah pertandingan tim nasional di Zenica pada hari Selasa, 31 Maret.

Baca juga:  Bus Pengangkut Kopor dan Barang Pemain Tiba di Bali

Selanjutnya pengganti Gravina dijadwalkan akan dipilih pada pemilihan presiden baru FIGC pada 22 Juni tahun ini.

Sebelumnya Timnas Italia dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Bosnia-Herzegovina pada final play-off Kualifikasi zona Eropa melalui adu tendangan penalti.

Ini merupakan kegagalan ketiga beruntun bagi Italia untuk melaju ke putaran final Piala Dunia setelah sebelumnya tak bisa mentas pada edisi 2018 dan 2022. (kmb/balipost)

Baca juga:  Batas Pemberlakuan Karantina Wilayah Italia Berakhir Awal Mei, Selanjutnya Apa?
BAGIKAN