Presiden FIFA Gianni Infantino. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tim nasional Iran tetap akan memainkan pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, meski di tengah ketegangan politik dan diplomatik yang terus membayangi partisipasi mereka.

Pernyataan itu disampaikan Infantino saat membuka Kongres FIFA di Kanada. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan Iran di turnamen sepak bola terbesar dunia tidak akan berubah.

“Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat,” ujar Infantino, dilansir dari Kantor Berita Antara, Sabtu (2/5).

Menurutnya, keputusan tersebut bukan semata persoalan teknis turnamen, melainkan bagian dari komitmen FIFA menjaga nilai persatuan melalui olahraga.

Baca juga:  Liverpool Tantang Manchester United, Salah Dipastikan Absen

“Alasannya sangat sederhana, kita harus bersatu. Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Isu Iran mencuat dalam Kongres FIFA setelah delegasi negara tersebut absen dari agenda resmi di Kanada. Ketidakhadiran itu terkait pembatasan visa di tengah memburuknya hubungan diplomatik.

Sorotan tertuju pada Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang diketahui pernah memiliki kaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Pemerintah Kanada sejak 2024 telah menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris, sehingga setiap individu yang berafiliasi dengan kelompok tersebut dilarang memasuki wilayah negara itu.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan kebijakan tersebut diterapkan secara ketat.
“IRGC dan seluruh anggotanya telah masuk daftar organisasi teroris. Para anggota dilarang datang. Kami melakukan penyaringan ketat dan tidak ada anggota yang memasuki negara ini,” tegas Carney.

Baca juga:  Tim Perseden Liga 3 Tanpa Pemain Senior

Situasi ini menambah tantangan bagi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format baru dengan 48 peserta menuntut mobilitas tinggi antarnegara, baik bagi pemain, staf, maupun ofisial tim.

Iran sendiri sudah memastikan tiket ke putaran final, namun keikutsertaan mereka sempat diwarnai polemik. Pemerintah di Teheran sebelumnya meminta agar laga Iran tidak dimainkan di wilayah Amerika Serikat.

Baca juga:  Arsenal Tahan Atletico, Tiket Final Liga Champions Ditentukan di Emirates

Permintaan tersebut ditolak FIFA. Badan sepak bola dunia itu menegaskan jadwal serta lokasi pertandingan yang telah disusun tidak akan diubah.

Dari pihak tuan rumah, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga menegaskan bahwa Washington tidak mempermasalahkan kehadiran para pemain Iran di Piala Dunia 2026.

Namun, Rubio memberi batasan tegas. Para pemain Iran tetap diizinkan datang, tetapi tidak boleh membawa pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan IRGC.

Keputusan FIFA ini memastikan Iran tetap menjadi bagian dari Piala Dunia 2026, tetapi di balik kepastian itu, aroma politik dipastikan akan terus mengiringi perjalanan mereka menuju turnamen akbar tersebut. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN