Penanganan pohon tumbang oleh BPBD Tabanan selama ini masih terkendala sky lift. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – BPBD Tabanan mengusulkan pengadaan sky lift untuk mendukung penanganan pohon tumbang. Selama ini, keterbatasan alat membuat petugas harus bekerja dengan cara darurat yang berisiko.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, Selasa (31/3) mengatakan usulan tersebut sudah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Nilai pengadaan diperkirakan sekitar Rp 2,5 miliar. “Alat ini sangat diperlukan untuk memudahkan pekerjaan dan menjaga keselamatan petugas,” ujarnya.

Baca juga:  Bupati Artha Gelar Sosialisasi GERMAS Hidup Sehat Pencegahan COVID-19

Menurutnya, sky lift bisa menjangkau ketinggian hingga sekitar 10 meter. Sementara saat ini, petugas sering kesulitan menangani pohon tinggi dan harus memanfaatkan kendaraan yang ada di lokasi. Ia mencontohkan kejadian di Desa Abiantuwung, saat pohon beringin tumbang dan melilit kabel. Petugas bahkan harus menghentikan truk tronton untuk membantu penanganan. “Kami terpaksa meminjam kendaraan di lapangan. Ini berisiko bagi petugas,” katanya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Ubud Dilanda Pohon Tumbang dan Atap Bangunan Roboh

Selain itu, pohon tumbang yang menimpa rumah warga juga berpotensi menambah kerusakan jika tidak ditangani dengan baik. BPBD berharap pengadaan sky lift bisa direalisasikan tahun ini agar penanganan bencana lebih cepat dan aman.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN