I Dewa Gede Mahendra Putra, SH., MH., (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jabatan strategis Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekda Provinsi Bali dipastikan akan kosong mulai 1 April 2026. Posisi yang selama ini dipegang oleh Dewa Gede Mahendra Putra itu kini belum memiliki pengganti definitif. Sebab, Dewa Mahendra pensiun per 1 April 2026.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali, I Wayan Budiasa mengatakan kekosongan ini bukan tanpa skenario. Pemerintah Provinsi Bali memastikan pengisian jabatan akan dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta yang kini menjadi basis penataan birokrasi.

Baca juga:  Prosesi "Nyiramang" Digelar untuk Ibunda Karo Humas Pemprov Bali

Dalam prosesnya, dikatakan sejumlah kepala perangkat daerah yang dinilai memiliki kompetensi akan diseleksi untuk mengisi posisi tersebut. Tahapannya dimulai dari pemetaan talenta, dilanjutkan dengan pengajuan persetujuan teknis ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), penerbitan Surat Keputusan (SK), hingga pelantikan.

“Untuk sementara memang masih berproses. Arahan Gubernur jelas, pengisian dilakukan melalui mekanisme yang terukur dan berbasis kompetensi,” ujarnya saat diwawancara, Selasa (31/3) sore.

Baca juga:  4 Bayi Telantar Diserahkan ke Calon Ortu Angkat

Tak menutup kemungkinan, pengisian jabatan ini akan diikuti pergeseran atau mutasi pejabat eselon II. Hal itu dinilai wajar mengingat peran Asisten I cukup vital, yakni mengoordinasikan sejumlah perangkat daerah di bawah kewenangannya.

Selain kompetensi manajerial, penilaian kinerja juga menjadi faktor penting. Gubernur Bali disebut menaruh perhatian pada etos kerja pejabat, termasuk kemampuan menyelesaikan tugas secara optimal dan melampaui target. “Kalau diberi tugas lima, selesaikan tujuh. Itu standar yang diharapkan,” tegasnya.

Baca juga:  Karena Alasan Ini, Sistem Ganjil Genap di Kuta Belum Tepat Dilakukan

Pemprov Bali mengklaim telah memiliki database lengkap seluruh pegawai, termasuk pejabat, dalam sistem manajemen talenta. Dengan basis itu, proses seleksi diyakini lebih objektif dan terukur.

Meski belum ada kepastian waktu, Budiasa memastikan pengisian jabatan Asisten I akan dipercepat guna menghindari kekosongan berkepanjangan di posisi strategis tersebut. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN