
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah berencana melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang akan diumumkan pada 1 April 2026. Namun hingga Selasa (31/3) pagi, kebijakan ini belum diumumkan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meminta masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi terkait besaran harga terbaru. Ia menegaskan bahwa evaluasi harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor global.
“Untuk BBM nonsubsidi, kita tunggu pengumuman resmi pada 1 April,” ujarnya.
BBM nonsubsidi yang berpotensi mengalami penyesuaian harga di antaranya adalah produk-produk dari Pertamina seperti Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Dexlite (CN 51), dan Pertamina Dex (CN 53).
Penyesuaian harga ini merupakan hal yang lazim terjadi, mengingat harga BBM nonsubsidi tidak diatur langsung oleh pemerintah seperti halnya BBM subsidi. Harga BBM jenis ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, serta kondisi ekonomi global.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tetap tidak mengalami perubahan. Saat ini, Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman. Stok BBM dan LPG disebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pembelian berlebihan.
Pihak Pertamina turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Informasi resmi terkait harga BBM akan disampaikan melalui kanal resmi perusahaan dan pemerintah.
Dengan adanya rencana penyesuaian ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menyikapi dinamika harga energi, serta menunggu keputusan resmi yang akan diumumkan pada awal April 2026. (Pramana Wijaya/balipost)










