
SINGASANA, BALIPOST.com – Polres Tabanan menyiagakan 256 personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran yang tahun ini beririsan dengan rangkaian hari raya Nyepi. Pengamanan dilakukan melalui Operasi Ketupat Agung 2026 yang digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kesiapan pengamanan itu ditandai apel gelar pasukan di Markas Polres Tabanan, Jumat (13/3). Apel tersebut melibatkan unsur lintas sektor, diantaranya TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, pengamanan diperkuat karena momentum Nyepi dan Idul Fitri berlangsung dalam rentang waktu yang berdekatan. Kondisi itu berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun aktivitas wisata.
“Kami mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Bayu.
Menurut dia, peningkatan kunjungan wisata selama masa libur juga menjadi perhatian aparat. Selain itu, polisi mewaspadai potensi peredaran minuman keras dan narkotika yang dinilai dapat memicu gangguan keamanan.
Kepala Bagian Operasi Polres Tabanan, Kompol I Made Tama mengatakan, pengamanan tidak hanya melibatkan personel kepolisian. Sejumlah instansi terkait turut dilibatkan untuk mendukung kelancaran operasi. Dalam operasi tersebut, kepolisian menyiagakan lima pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Dua diantaranya merupakan pos utama Operasi Ketupat, yakni pos pelayanan di kawasan Pantai Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, dan pos terpadu di Pos Polisi Adipura, Kecamatan Tabanan.
Selain itu, pos pengamanan juga didirikan di kawasan objek wisata yang menjadi tujuan utama pengunjung, seperti Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan. Satu pos lainnya ditempatkan di depan Masjid Al Huda, Kecamatan Kediri, yang berada di jalur utama arus mudik.
Menurut Tama, penempatan pos tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan titik kerawanan yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas selama masa libur panjang. Aparat diharapkan dapat memberikan pelayanan sekaligus memastikan keamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan hari besar keagamaan. (Puspawati/balipost)










