Gotong royong warga bersama TNI membangun akses jalan yang sebelumnya rusak melalui program TMMD ke-127 di Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Pagi di Desa Penyaringan kini terasa berbeda. Derap sepatu prajurit Tentara Nasional Indonesia menyatu dengan langkah warga yang membawa cangkul dan sekop. Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), mereka bersama-sama membentangkan jalan baru. Sebuah jalan yang tak hanya menghubungkan dusun, tetapi juga menumbuhkan asa bagi warga desa.

Selama bertahun-tahun, setiap kendaraan roda dua petani yang sesekali melintas di jalan tersebut terkendala karena lubang dan sulit dilalui. Di jalan menuju perkebunan itu, tak sedikit warga berjalan kaki di antara lumpur saat musim hujan. Bagi warga yang mayoritas petani, jalan itu bukan sekadar jalur penghubung, melainkan nadi kehidupan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan Kodim 1617/Jembrana, harapan baru mulai terbangun di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana ini. Selama sebulan, TNI membantu masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial, serta mempererat kerja sama antara TNI dan warga. Menyatukan langkah untuk membangun desa.

Sasaran utama program ini adalah perbaikan akses jalan desa yang sebelumnya rusak parah. Jalan akses warga yang rusak, dibangun rabat beton dengan ketebalan 10 cm, sepanjang 1.373 meter. Lengkap dengan plat deker, serta gorong-gorong di beberapa titik sepanjang jalur jalan.

Baca juga:  DPR Sesalkan Belum Terpenuhinya Renstra Pembangunan TNI

Bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani sawah dan pekebun, jalan ini memiliki arti yang sangat besar. Setiap hari, mereka menggunakannya untuk mengangkut hasil panen, membawa pupuk, serta menjadi jalur transportasi menuju lahan pertanian. Tak hanya itu, jalan tersebut juga menjadi akses penting bagi anak-anak yang setiap pagi melintas menuju sekolah.

“Kalau musim hujan dulu sangat sulit dilewati, berlumpur dan banyak lubang. Kasihan anak-anak yang akan ke sekolah,” ujar Nyoman Tehnik, salah seorang petani.

Lumpur dan genangan air sering membuat kendaraan terjebak, bahkan tak jarang warga harus berjalan kaki membawa hasil kebun mereka. Program TMMD ke-127 yang resmi dibuka 10 Februari 2026, menjadi tonggak prajurit TNI bersama masyarakat bekerja bahu-membahu. Tanpa mengenal panas atau hujan, mereka mencampur semen, mengangkat material, hingga meratakan jalan yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.

Baca juga:  Cegah Kerumunan, Polres Gianyar Pasang Spanduk Penutupan Sementara

Gotong royong menjadi pemandangan sehari-hari. Warga membawa peralatan, menyiapkan konsumsi, bahkan ikut turun langsung membantu pekerjaan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat seolah menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas desa. Bahu membahu membangun harapan untuk lebih baik.

Selain membangun jalan, program TMMD ini juga menghadirkan berbagai kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Seperti pembangunan akses air bersih, rumah tidak layak huni, rumah stimulan, rehabilitasi pos kamling, serta pembuatan WC untuk meningkatkan sanitasi lingkungan. Kegiatan lain seperti pembersihan sungai hingga penyuluhan dan pembekalan kepada masyarakat juga menjadi bagian selama pelaksanaan program.

Selama sebulan bekerja keras, berbagai sasaran tersebut akhirnya berhasil diwujudkan. Jalan yang dulu sulit dilalui, kini berubah menjadi jalur beton yang kokoh. Akses air bersih mulai mengalir ke rumah-rumah warga di Banjar Tibu Beleng Tengah. Sumber air baru itu dikelola kelompok sumur bor, Tirtaning Utama.

Juga sasaran perbaikan rumah warga yang sebelumnya tak layak. Kini berdiri lebih nyaman, dan fasilitas lingkungan pun menjadi lebih tertata.

Baca juga:  Forum Tenaga Pengajar Bahasa Rusia akan Digelar 3 Hari

Kedekatan TNI dengan rakyat sangat terasa di sepanjang program. Rasa syukur warga, di penghujung program, warga secara spontan menggelar syukuran sederhana. Bagi mereka, apa yang telah dibangun bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi juga harapan baru bagi kehidupan desa. Keberhasilan program ini tak lepas dari kepemimpinan Letkol Inf Gafur Thalib, selaku Dansatgas TMMD ke-127, yang bersama para prajurit TNI membimbing dan mengarahkan seluruh kegiatan di lapangan.

Dansatgas mengatakan program TMMD ini sangat mengefisiensi anggaran Kabupaten Jembrana karena dapat membangun sejumlah manfaat infrastruktur bagi masyarakat desa.

“Hal ini tercapai tidak lepas dari partisipasi manunggal TNI bersama rakyat,” ujar Letkol Inf Gafur Thalib.

Kini, jalan di Desa Penyaringan bukan lagi sekadar akses yang dilalui setiap hari. Ia telah berubah menjadi jalan harapan jalur yang membuka peluang baru bagi para petani, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta menghubungkan kehidupan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN