Areal tol gate sebelum masuk Terminal Parkir Manuver Gilimanuk.(BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Arus kendaraan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (11/3) masih padat. Selain didominasi kendaraan logistik, kendaraan roda dua dan mobil juga sudah mulai ada peningkatan dibanding hari normal. Pada Selasa (10/3) malam kendaraan khususnya kendaraan besar antre hingga keluar dari parkir pelabuhan hingga di Parkir Terminal Manuver.

Selain memang banyaknya kendaraan yang hendak menyeberang, penerapan masuk Terminal Manuver (sebelum masuk pelabuhan) yang menggunakan sistem tol gate dan pembayaran e-money untuk retribusi sedikit memerlukan waktu.

Sistem cashless ini masih belum terbiasa bagi warga yang hendak menyeberang. Namun, kendaraan yang melintas, masih bisa membayar dengan tunai bila belum memiliki e-money atau e-tol. Komandan Pos AL Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo mengatakan arus kendaran yang akan menyeberang di dalam Pelabuhan Gilimanuk ramai lancar. Namun, ada sedikit kendala kelancaran sebelum masuk pelabuhan di loket retribusi Terminal Manuver yang saat ini menggunakan sistem pembayaran e-tol.

Baca juga:  Kolaborasi dengan Media Perkuat Pengusaha Muda

“Ada kendala sedikit di gate masuk Parkir Manuver, karena butuh waktu dengan pemberlakuan sistem e-money itu. Sebenarnya di dalam pelabuhan cukup lancar,” katanya.

Di samping juga meningkatnya volume kendaraan yang masuk ke pelabuhan dalam waktu berdekatan sejak Selasa malam yang didominasi kendaraan besar (truk dan bus). Sejauh ini menurutnya meskipun sudah ramai, namun antrean di pelabuhan tergolong lancar.

Manajer Operasional Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah mengatakan arus kendaraan sudah mulai terjadi peningkatan khususnya yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk sejak Senin (9/3) malam. Namun kepadatan masih terjadi pada malam hingga pagi dimana didominasi kendaraan logistik.

Baca juga:  Mulai Bangkit Lagi, Usaha Kecil di Karangasem

“Kita sudah menerapkan pola percepatan terutama di LCM, dan sebagian besar didominasi kendaraan logistik. Tadi malam juga mulai padat, mungkin karena akan diterapkan pembatasan kendaraan barang mulai akhir pekan ini,” jelas Didi.

Volume kendaraan roda dua dan roda empat menurutnya juga sudah mulai terjadi peningkatan. Himbauan untuk mudik lebih awal terus digencarkan untuk menghindari kepadatan arus menjelang Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri yang berdekatan. Dua hari menjelang Idul Fitri, operasional penyeberangan Gilimanuk-Ketapang maupun sebaliknya akan ditutup selama 24 jam untuk menghormati Nyepi di Bali. Sehingga diperkirakan puncak arus mudik keluar Bali terjadi antara tanggal 17 Maret – 18 Maret 2026. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Hendak Keluar Kapal, Truk Terguling di Bibir Dermaga
BAGIKAN