
SINGARAJA, BALIPOST.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Fauzan mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dalam menangani berbagai persoalan pendidikan dan sosial di masyarakat melalui pembentukan konsorsium National Foundation Skills Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Fauzan saat menghadiri diskusi akademik di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Senin (9/3). Kegiatan ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Bali penyelenggara program studi kependidikan beserta para dekan.
Dalam kesempatan itu, Fauzan yang hadir bersama Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, I Ketut Adnyana menyampaikan bahwa pembentukan konsorsium tersebut sejalan dengan semangat program Diktisaintek Berdampak. Program ini mendorong perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Konsorsium ini penting agar perguruan tinggi dapat berbagi pengalaman, praktik baik, dan sumber daya sehingga program yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarperguruan tinggi juga dapat memperkuat kapasitas riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Menurutnya, konsorsium dapat menjadi pengalaman sekaligus meningkatkan posisi tawar perguruan tinggi Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan industri, baik di dalam maupun luar negeri.
Fauzan juga menyoroti masih adanya siswa di tingkat sekolah menengah yang mengalami kesulitan membaca dan berhitung. Ia mengapresiasi langkah Universitas Pendidikan Ganesha yang melalui Fakultas Ilmu Pendidikan melakukan intervensi literasi dan numerasi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Gerakan tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diperluas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya.
Selain isu pendidikan, pembentukan konsorsium juga diharapkan mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat, termasuk persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah. Untuk itu, perguruan tinggi didorong membentuk kelompok-kelompok riset sesuai bidang kepakaran masing-masing.
Sementara itu, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, I Wayan Lasmawan menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung pembentukan konsorsium bersama perguruan tinggi lain guna merumuskan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan merupakan langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul guna mendorong kemajuan Indonesia di berbagai sektor pembangunan. (Adv/balipost)










