
AMLAPURA, BALIPOST.com – Penyanyi Pop Bali yang merupakan eks BRTV asal Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Mila Dewi meramaikan blantika musik Bali dengan merilis single terbarunya berjudul “Satya Tanpa Tepi.” Lagu ini menceritakan sebuah pengalaman pribadi tentang sebuah kesetiaan hingga sampai ke jenjang pernikahan.
Mila Dewi menuturkan, lagu tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadi yang kerap tampil sebagai penyanyi dalam berbagai prosesi pawiwahan di Bali. Dari situlah muncul keinginan untuk menciptakan lagu tersebut. “Saya sering bernyanyi di acara pawiwahan membuat saya ingin punya lagu yang menggambarkan perjalanan cinta yang panjang sampai menikah,” ujarnya, pada Minggu (8/3).
Menurut Mila, lagu “Satya Tanpa Tepi” merupakan ciptaannya sendiri. Kata dia, judul tersebut dipilih untuk menggambarkan kesetiaan tanpa batas seorang perempuan kepada pasangannya, sejak ia diambil dari rumah bajang hingga menjalani kehidupan rumah tangga. “Ide lagu ini lahir secara spontan. Saat perjalanan darat dari Denpasar menuju Karangasem usai proses rekaman single keduanya, “Jengah”, “katanya.
Dia menjelaskan, sebelum merilis karya terbaru ini, dirinya telah lebih dulu meluncurkan tiga single yakni “Jalan Ubadin”, “Jengah”, dan “Med Pedidian” yang rilis pada Agustus tahun lalu. Jelas dia, untuk “Satya Tanpa Tepi”, dirinya bekerja sama dengan WIGO Project Official sebagai label rilisan. “Proses aransemen digarap oleh Widi Gomes.Video klip lagu ini juga digarap dengan konsep pawiwahan adat Bali yang sederhana namun sarat makna, ” jelasnya.
Dia berharap, melalui “Satya Tanpa Tepi”, Mila berharap lagu tersebut dapat diterima masyarakat Bali dan menjadi salah satu lagu yang mewakili makna kesetiaan dalam sebuah pernikahan. “Semoga lagu ini bisa menghibur dan menjadi bagian dari momen indah bagi masyarakat Bali,” imbuhnya.
Lagu ini masih berada di jalur pop Bali yang menjadi ciri khas Mila. Namun dari segi tema, “Satya Tanpa Tepi” menghadirkan nuansa yang lebih matang dan personal. Perjalanan karier Mila sendiri dimulai dari ajang lomba BRTV dan KPB sebelum merilis single pertama pada 2005. Ia sempat vakum cukup lama karena menetap di Lombok sejak 2006 hingga 2021. Setelah kembali ke Bali, semangat bermusiknya bangkit kembali dengan merilis “Jengah” yang diangkat dari kisah hidupnya. (Eka Parananda/balipost)










