Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Dharma Santika, Banjar Tembawu Kelod. (BP/wid)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna (ST) Dharma Santika, Banjar Tembawu Kelod, Penatih, berhasil masuk nominasi 16 besar yang tampil di Kasanga Festival (Kasanga Fest) 2026. Dalam garapannya, ST Dharma Santika mengambil tema “Eling” yang diartikan sebagai pengingat.

Ketua ST Dharma Santika, Wahyu Maha Putra saat ditemui, Jumat (6/3) mengatakan, pengerjaan ogoh-ogoh berlangsung sejak awal Januari dengan lama pengerjaan 1,5 bulan. Beragam bahan ramah lingkungan digunakan seperti kardus, koran bekas, bambu, bulu boneka, prasok untuk pembuatan rambut, hingga tanah olahan. Estimasi biaya yang dikeluarkan dalam penggarapan ogoh-ogoh ini berkisar Rp70 juta hingga Rp80 juta.

Baca juga:  Pengerupukan, Warga Muhammadiyah Diminta Tarawih Pertama di Lokasi Terdekat

Dijelaskannya, kata “eling” merupakan sebuah konsep pengingat yang bermakna pemahaman secara mendalam tentang kesadaran laku. Ketika air dapat dikelola dengan baik akan menimbulkan kehidupan yang sejahtera yang dipersonifikasikan dalam wujud rupa Dewi Narmada. Namun, apabila air tidak dapat dikelola sesuai dengan fungsinya akan berakibat negatif (kehancuran) yang dipersonifikasikan dalam wujud rupa Dewi Gangga. Ketika kesedihan itu muncul ditandai dengan mengalirnya air mata.

Baca juga:  Tak Ada Kejuaraan Renang Selama 2020

Mata dalam bahasa Sansekerta berarti ibu, sedangkan mata secara umum adalah indra penglihatan. Kedua arti dari mata mempunyai sinonim makna yang memberikan pencerahan atau cara pandang. Seorang ibu secara naluriah akan mengarahkan anak-anaknya kejalan yang bertujuan positif. Mata juga akan memberikan jalan atau wawasan ke depan pada hal yang baik pula.

Konteks antara mata dan yeh (air) juga sebagai factor yang paling vital dalam kehidupan manusia. Sebut saja mata (ibu), mata (penglihatan), dan air, semuanya mempunyai perspektif pada kehidupan yang baik atau sejahtera.

Baca juga:  Dugaan Data Meninggal COVID-19 Tak Valid, Ini Penjelasan Jubir Satgas Denpasar

Apabila ketiga komponen tersebut disalahgungsikan, akan berakibat negatif (kehancuran). Fenomena ini dan teologi yang disebutkan di atas dicoba untuk divisualisasikan ke dalam karya seni kreativitas ogoh-ogoh yang diberi judul “Eling”. (Widiastuti/bisnisbali)

 

BAGIKAN