
DENPASAR, BALIPOST.com – Kasanga Fest 2026 di Denpasar berlangsung mulai hari ini, Jumat 6 Maret 2026. Dalam festival tahunan jelang Hari Suci Nyepi ini mendatangkan ogoh-ogoh yang telah masuk nominasi 16 besar dari berbagai banjar di Kota Denpasar. Penilaian ogoh-ogoh ini melibatkan 5 juri dari berbagai bidang. Simak profilnya.
1. Dr. Komang Indra Wirawan, S. Sn., M.Fil. H (Komang Gases)

Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., yang dikenal sebagai Komang Gases merupakan putra asli Sesetan, Denpasar. Ia adalah akademisi, seniman, dan praktisi seni pertunjukan Calonarang terkemuka di Bali.
Saat ini dia juga menjadi dosen di Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Selain itu, pria kelahiran 17 Januari 1984 juga menjadi Ketua Yayasan Gases Bali serta Wakil Ketua 1 PHDI Bidang Organisasi serta Perubina Taruna Hindu.
Komang Gases juga menjadi bagian dari Kelompok Ahli Kebudayaan Pariwisata Kota Denpasar. Dia juga aktif menulis buku mengenai kebudayaan dan mistisisme Hindu Bali.
2. Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn

Dr. Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn akrab disapa Agung Rahma merupakan putra Puri Muncan Kapal, Mengwi, Badung. Pria kelahiran Kapal, 26 April 1988 begitu akrab di dunia seni. Dia menempuh pendidikan S1 dan S2 di ISI Denpasar serta S3 di ISI Surakarta.
Agung Rahma saat ini aktif sebagai Dosen Jurusan Sendratasik di IKIP PGRI Bali. Dia juga merupakan Pendiri Sanggar Seni Pancer Langit, Pembina Yayasan Pancer Langiit, Dan setiap tahun selalu terlibat dalam mengkoreografi tari dalam event Pesta Kesenian Bali duta Kabupaten Badung. Juga aktif membantu pemuda di Banjar ataupun di desa untuk kegiatan seni salah satunya membuat ogoh- ogoh.
3. I Wayan Jualiarta (Gading Tattoo)

I Wayan Juliarta atau akrab disapa Gading Tattoo adalah seorang seniman tato dan pembuat ogoh-ogoh. Dia merupakan putra asli Padang Tegal, Ubud, Gianyar. Gading Tattoo terkenal sebaga kreator ogoh-ogoh dan lembu tangi. Salah satu ogoh-ogoh karyanya yang terkenal yakni “Kukang Siwa” yang diunggah pada awal 2025 lalu.
4. I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., M.Ag

I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., M.Si., M.Ag merupakan pria kelahiran Denpasar, 7 September 1968. Dia meraih gelar magister di UNHI Denpasar dengan Program Studi Budaya dan Agama pada 2017 serta di UHN I Gusti Bagus Sugriwa dengan Program Studi Brahma Widya pada 2022.
Beragam aktivitas seni dan budaya pernah dilakoninya. Salah satunya pada 2018 lalu menjadi pengarang Geguritan Baris Cina Renon, penyusun materi kidung utsawa dharmagita Provinsi Bali tahun 2018.
Pernah menjadi juri di berbagai perlombaan. Sederat prestasi dan partisipasinya di bidang seni dan budaya banyak dilakoninya sejak 2010 lalu hingga kini. Saat ini dia juga menjadi dosen tamu di Pasraman Kerthajaya Tanggerang, Banten.
5. Anak Agung Gede Mahardika S.Sn., M.Sn

Anak Agung Gede Mahardika S.Sn., M.Sn merupakan seorang praktisi seni dan akademisi yang aktif di Bali. Putra Denpasar ini memiliki latar belakang pendidikan di bidang seni dengan menyelesaikan pendidikan S2 di ISI Denpasar. Beralamat di Jalan Gunung Kawi, Denpasar Barat.
Demikian lima juri yang berkontribusi dalam penilaian ogoh-ogoh serangkaian Kasanga Festival 2026. Kasanga Festival berlangsung di kawasan Catur Muka Denpasar di awali dengan parade dilanjutkan dengan pameran selama tiga hari yakni 6 hingga 8 Maret 2026.(Widiastuti/balipost)










