Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Misteri potongan tubuh manusia yang ditemukan di Pantai Ketewel, Gianyar akhirnya menemui titik terang. Polisi memastikan potongan tubuh yang ditemukan di pesisir itu adalah korban yang sama dengan pria yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga diculik, berinisial IK (28), seorang warga negara asing asal Ukraina.

Kepastian itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy, Jumat (6/3). Menurutnya, setelah penyidik menyelesaikan rangkaian pemeriksaan DNA terhadap sejumlah potongan tubuh yang ditemukan di pesisir Ketewel.

Hasil analisis laboratorium menunjukkan kecocokan hampir mutlak antara DNA korban dengan DNA ibunya.

“Dengan probabilitas 99,99 persen, dapat disimpulkan bahwa potongan tubuh yang ditemukan di Ketewel adalah korban yang sama dengan korban yang sebelumnya dilaporkan dalam kasus penculikan,” kata Ariasandy.

Baca juga:  Praperadilan Lukas Enembe Ditolak

Menurut Ariasandy, potongan tubuh korban sebelumnya dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi dan pengambilan sampel jaringan. Tim forensik kemudian mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium guna membangun profil DNA korban.

Pada saat yang sama, penyidik juga meminta sampel DNA dari ibu korban IK. Sampel itu diambil di negara asal korban pada 25 Februari dan diterima penyidik sehari kemudian untuk keperluan pembandingan.

Dari hasil autopsi, penyidik memperoleh enam bagian tulang yang bisa dianalisis. Bagian tersebut meliputi tulang geraham, tulang selangka, tulang paha, tulang iga, tulang jari kaki, serta tulang kering. Seluruh potongan itu diperiksa di laboratorium forensik.

Baca juga:  Potongan Tubuh Manusia di Sungai Wos

“Hasil analisis menunjukkan seluruh potongan tulang itu berasal dari individu laki-laki muda yang sama,” ujar Ariasandy.

Penyidik kemudian mencocokkan profil DNA tersebut dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan dalam penyelidikan kasus penculikan IK. Sampel pembanding diambil dari bercak darah di sebuah mobil hitam bernomor polisi DK 1373 PKF serta darah yang ditemukan di sebuah vila di wilayah Tabanan yang diduga menjadi lokasi penyekapan korban.

Profil DNA dari tulang geraham, tulang paha, tulang iga, tulang jari kaki, dan tulang kering cocok dengan DNA darah yang ditemukan di mobil dan vila tersebut. “Temuan itu memperkuat dugaan bahwa lokasi-lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kejahatan terhadap korban,” ucapnya.

Baca juga:  Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air Terkendala Ini

Menurutnya, perbandingan dengan DNA ibu korban menjadi bukti kunci. Laboratorium forensik menemukan kecocokan alel maternal antara DNA ibu korban dengan DNA dari potongan tulang maupun bercak darah yang ditemukan penyidik.

“Berdasarkan perhitungan indeks maternitas, probabilitas kecocokan DNA mencapai 99,99 persen,” kata Ariasandy.

Dengan hasil itu, Ariasandy menegaskan, potongan tubuh yang ditemukan di pesisir Ketewel merupakan bagian tubuh IK, WNA yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan dan sempat viral setelah beredar video dirinya dalam kondisi disiksa.

“Temuan tersebut sekaligus menutup spekulasi publik mengenai identitas korban mutilasi yang sempat menggegerkan sejak potongan tubuh manusia ditemukan di muara Sungai Wos, Desa Ketewel, pada 26 Februari lalu,” tegasnya. (Wayan Wiadnyana/denpost)

BAGIKAN