Dua orang remaja sedang mencari informasi terkait pekerjaan di salah satu stan job fair di DTIK Festival. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam pelaksanaan Denpasar TIK Festival (DTIK Fest) turut diselenggarakan bursa kerja atau job fair oleh Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi (DTSK) pada Jumat (27/2), di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA). Dalam bursa kerja ini, tersedia 2.602 lowongan kerja (loker) dan ditargetkan mampu menyerap 60 persen tenaga kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, I Gusti Ayu Ngurah Raini mengatakan, bursa kerja yang berlangsung selama tiga hari hingga 1 Maret ini ditargetkan mampu menyerap sebanyak 1.200 tenaga kerja. Untuk itu, pihaknya mengaku lebih selektif mengikutsertakan perusahaan pemberi kerja guna memastikan efektivitas penempatan tenaga kerja.

Baca juga:  IGTKI Bali Implementasikan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” Demi Kebangkitan Bangsa

Dari 56 perusahaan yang menyatakan minat dengan total 7.071 loker, pihaknya melakukan verifikasi ketat dan menetapkan 30 perusahaan yang lolos seleksi. “Daripada pesertanya banyak tapi serapannya kecil, kami memilih lebih selektif. Kami punya target serapan yang jelas sehingga perusahaan yang ikut benar-benar berkomitmen melakukan perekrutan,” ujar Raini.

Dari 2.602 loker yang tersedia, sebanyak 913 loker (35 persen) merupakan penempatan dalam negeri, sedangkan 1.689 loker (65 persen) untuk penempatan luar negeri. Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai BUMN, perbankan, perhotelan, distributor, retail, jasa, konstruksi, otomotif, rumah sakit, hingga perusahaan penempatan pekerja migran (P3MI).

Baca juga:  Lebih Banyak Tersedia Loker ke Luar Negeri Daripada Dalam Negeri

Menurut Raini, saat ini minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penyediaan loker luar negeri yang lebih besar.

Dengan itu, DTSK Denpasar juga memfasilitasi kehadiran Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) guna memastikan proses penempatan berjalan sesuai regulasi. “Animo pencari kerja sekarang cukup tinggi untuk bekerja ke luar negeri. Kami fasilitasi agar prosesnya resmi dan terlindungi,” jelasnya.

Baca juga:  Pengangguran di Denpasar Capai 2,63 Persen

Job fair tahun ini diprediksi akan dihadiri sekitar 3.000-4.000 pencari kerja, terdiri dari lulusan SMA/SMK, perguruan tinggi, pencari kerja berpengalaman hingga kelompok rentan. Selain membuka akses loker, kegiatan ini juga mengintegrasikan layanan ketenagakerjaan seperti pendaftaran AK1, konsultasi ketenagakerjaan, serta informasi pelatihan, dan sertifikasi kompetensi.

Raini menegaskan, data penempatan tidak seluruhnya dapat diketahui saat pelaksanaan kegiatan. Pasalnya, sejumlah perusahaan membuka proses rekrutmen hingga kebutuhan tenaga kerja terpenuhi. Demikian pihaknya meminta perusahaan pemberi kerja terus melaporkan berapa tenaga kerja yang sudah diserap. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN