Ni Luh Ketut Wardani. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli kembali menggelar bursa kerja (job fair) tahunan. Sayangnya, ajang yang dirancang mempertemukan pencari kerja secara langsung itu sepi dari partisipasi perusahaan penyedia lowongan kerja.

Job fair digelar di areal parkir Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Bangli. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung dua hari pada Selasa (19/5) dan Rabu (20/5).

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, membenarkan minimnya keterlibatan perusahaan dalam ajang job fair tahun ini.

Baca juga:  Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, Ciptakan Keseimbangan Pembangunan

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengundang perusahaan-perusahaan di Bangli untuk ikut berpartisipasi. “Kami sebenarnya sudah undang perusahaan-perusahaan, tapi mungkin karena kesibukan mereka, dengan berbagai alasannya, jadi tidak bisa ikut hadir,” ujarnya.

Selain minimnya keterlibatan perusahaan, kehadiran agen penyalur tenaga kerja juga tidak memenuhi target. Dari 7 agen yang diundang untuk berpartisipasi, hanya 4 agen yang hadir memenuhi undangan.

“Mudah-mudahan siang ini atau besok bisa hadir,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya juga melibatkan beberapa lembaga pelatihan kerja (LPK) dalam kegiatan itu.

Baca juga:  Terobos Penyekatan dan Serempet Petugas, Pria Asal Bengkulu Diamankan

Wardani tidak menampik bahwa gaung pelaksanaan job fair kali ini sangat kurang. Menurutnya itu disebabkan akibat persiapan yang mepet dan fokus pihaknya yang terbagi dengan agenda daerah lainnya.

“Gaungnya mungkin kurang karena kami keterbatasan tenaga SDM dan masih terfokus pada perayaan HUT Bangli. Jadi kami akui semestinya butuh waktu panjang untuk persiapan, di samping adanya kolaborasi dengan perusahaan,” ungkapnya.

Faktor anggaran juga menjadi kendala dinas dalam memperluas jangkauan bursa kerja ini. “Kami belum bisa mengundang perusahaan dari luar kabupaten mengingat keterbatasan fasilitas, kemampuan, dan anggaran yang kita miliki,” tambah Wardani.

Baca juga:  Dampak Corona, Pemkab Tabanan Turunkan Target PAD

Dalam pelaksanaan job fair ini, Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangli bekerjasama dengan Disnaker Provinsi Bali, BP3MI, perbankan, serta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

“Job fair ini kami laksanakan hanya dua hari. Melalui ini kami berharap masyarakat, calon tenaga kerja, calon PMI bisa mendapatkan informasi lowongan kerja, bisa meningkatkan kapasitasnya, meningkatkan pengetahuan bagaimana jika bekerja di luar negeri, dan informasi lainnya,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN