
DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun prajurit yang disiplin, profesional, dan taat hukum, Kodam IX/Udayana menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI. Tujuannya melakukan pencegahan dan pembinaan untuk meminimalkan pelanggaran hukum.
Upacara Gelar Pasukan Operasi Gaktib dan Yustisi dipimpin Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto di Lapangan Makorem 163/Wira Satya, Jalan Sudirman, Denpasar, Jumat (20/2). Saat membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Pangdam Piek Budyakto menyampaikan operasi ini merupakan langkah strategis berkelanjutan dalam membangun budaya disiplin dan kepatuhan hukum di lingkungan TNI.
“Pelaksanaan operasi ini harus dikembangkan terus melalui peningkatan profesionalisme petugas dan subjek hukum dengan pendekatan edukatif. Operasi ini bukan hanya penindakan, tetapi juga bagian penting dari upaya pencegahan dan pembinaan untuk meminimalkan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Panglima TNI mengapresiasi capaian tahun 2025 yang menunjukkan tren penurunan pelanggaran tapi tidak boleh lengah. Pembinaan disiplin, menurutnya, harus dilaksanakan secara konsisten, sistematis, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga integritas institusi.
Terkait tantangan era digital, ia menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan modernisasi sarana, prasarana, dan teknologi informasi. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan perkara secara transparan, sekaligus mencegah pelanggaran yang berkaitan dengan penyalahgunaan media sosial maupun kejahatan siber.
Prajurit Polisi Militer harus unggul secara intelektual, kokoh secara ideologi, dan profesional dalam bertugas. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya juga harus terus diperkuat guna mencegah gesekan dan memastikan supremasi hukum benar-benar tegak. Selain itu ditekankan pentingnya pelaksanaan tugas dengan landasan nilai-nilai pengabdian, loyalitas, integritas, dan seluruh prajurit Polisi Militer. Tujuannya agar bekerja dengan niat ibadah, tulus, ikhlas, serta tetap responsif, solid, integratif, adaptif, fleksibel dalam menghadapi dinamika tugas di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman mengatakan Operasi Gaktib dan Yustisi tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tapi menjadi instrumen pembinaan yang strategis dalam membentuk karakter prajurit profesional dan berintegritas.
“Melalui operasi ini, kami ingin membangun budaya disiplin yang kuat, meningkatkan kesadaran hukum, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)










