
NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai melakukan uji coba penerapan sistem tolgate digital untuk retribusi parkir manuver di Terminal Gilimanuk, Selasa (17/2). Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pola pembayaran nontunai yang lebih transparan dan akuntabel.
Terminal Gilimanuk sebagai gerbang utama arus logistik dan penumpang menuju Bali menyimpan potensi penerimaan yang signifikan. Untuk itu, Pemkab Jembrana menggandeng PT Bank BPD Bali dalam mengalihkan sistem pemungutan dari cara manual menuju digitalisasi penuh. Dengan sistem ini, setiap transaksi retribusi tercatat secara real time dan langsung tersetor ke kas daerah.
Penerapan tolgate otomatis tersebut sekaligus menekan interaksi tunai antara petugas dan pengguna jasa. Upaya ini dinilai efektif meminimalkan potensi kebocoran, pungutan liar, maupun kekeliruan pencatatan.
Selain itu, data transaksi dapat dipantau langsung oleh pemerintah daerah sehingga memudahkan pengawasan serta perencanaan anggaran secara lebih presisi.
Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, menegaskan bahwa transformasi digital ini menitikberatkan pada penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih dan tertib.
“Digitalisasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan PAD sekaligus mewujudkan sistem pengelolaan retribusi yang terintegrasi dan akuntabel. Dengan mekanisme yang transparan, seluruh potensi pendapatan dapat dimaksimalkan demi kesejahteraan masyarakat Jembrana,” ujarnya.
Program ini juga merupakan bagian dari implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Ke depan, jika uji coba di Terminal Gilimanuk berjalan optimal, skema serupa akan diterapkan pada sejumlah titik retribusi lainnya di Kabupaten Jembrana.
Budiasa menambahkan, digitalisasi tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memangkas rantai birokrasi pemungutan. Efisiensi biaya operasional yang tercipta nantinya dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur serta peningkatan layanan publik.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Jembrana optimistis mampu memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang modern, efisien, dan terpercaya di era digital. (Surya Dharma/balipost)










