Uji sinar lampu sebagai evaluasi teknis program Tabanan Terang. (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Keluhan masyarakat terkait banyaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati direspons Pemerintah Kabupaten Tabanan. Melalui program Tabanan Terang, pemerintah daerah menyiapkan pemasangan 6.793 titik lampu baru yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Hal tersebut mengemuka saat rapat pemaparan rencana pemasangan tiang dan lampu yang dipimpin I Komang Gede Sanjaya di Kantor Bupati Tabanan, belum lama ini. Rapat juga dirangkaikan dengan uji sinar sebagai bagian dari evaluasi teknis sebelum proyek berjalan.

Baca juga:  Program Rumah Bersubsidi untuk Wartawan, PWI Sebut Tak Ganggu Independensi Pers

Data yang dipaparkan menunjukkan, laporan lampu jalan mati rata-rata mencapai sekitar 10 pengaduan setiap hari. Selain itu, masih banyak titik menggunakan lampu konvensional dengan biaya listrik tinggi serta belum terintegrasi dengan sistem pengelolaan berbasis digital.

Bupati Sanjaya menegaskan, pembenahan penerangan jalan tidak sebatas mengganti lampu, namun memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. “Penerangan yang baik akan memberi rasa aman dan nyaman. Ini juga menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan publik, sekaligus menekan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Baca juga:  Dampak Cuaca dan Lonjakan Permintaan, Harga Cabai dan Bawang Merah Merangkak Naik

Ia menambahkan, teknologi LED hemat energi dipilih karena dinilai mampu menekan beban listrik sedikitnya 35 persen dibandingkan lampu lama. Sejak awal, pemerintah melakukan uji teknis untuk memastikan standar pencahayaan sesuai ketentuan dan berumur panjang.

Ke depan, pengelolaan penerangan jalan dirancang memakai platform digital. Sistem ini memungkinkan pemantauan aset, perawatan berkala, hingga pelaporan kerusakan secara cepat oleh masyarakat. Skema pembiayaan juga diarahkan melalui pola kerja sama agar pembangunan bisa berlangsung lebih efisien.

Baca juga:  Denpasar Segera Ajukan Usulan Formasi PPPK

“Perbaikan penerangan tentu akan dapat mendorong geliat UMKM, pariwisata, hingga menekan risiko kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN