
SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya mendukung kemandirian pangan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan. Salah satunya melalui kelanjutan program budidaya ikan lele dengan menebar 2.000 ekor benih di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Tabanan bersama kelompok kerja (pokja) ketahanan pangan serta peserta magang. Program budidaya lele tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Tabanan dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.
Selain ditujukan untuk memperkuat ketersediaan pangan saat masa panen, budidaya ikan lele juga menjadi media pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan. Melalui praktik langsung, Warga Binaan dibekali pengetahuan mulai dari proses pemeliharaan hingga pengelolaan budidaya secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dijalankan secara konsisten. “Kegiatan ini kami dorong sebagai sarana pembinaan kemandirian yang berorientasi keberlanjutan. Harapannya, Warga Binaan memiliki keterampilan nyata yang dapat menjadi peluang usaha setelah bebas,” ujarnya, Minggu (1/2).
Antusiasme juga ditunjukkan oleh Warga Binaan yang terlibat. Wayan, salah satu peserta kegiatan, mengaku tertarik menekuni budidaya ikan lele. “Modalnya tidak terlalu besar dan mudah dikelola. Saya melihat ini sebagai peluang usaha yang bisa dikembangkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya.
Melalui program budidaya ikan lele ini, Lapas Tabanan berharap pembinaan ketahanan pangan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga menjadi bekal keterampilan produktif bagi Warga Binaan dalam menata kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.(Puspawati/balipost)










