Dus TMD saar parkir di Terminal Ubung, Denpasar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bus Trans Metro Dewata (TMD) menambah alternatif pembayaran lewat dompet digital melalui aplikasi Leading Acces to Integrated Ticketing (LAIT). Inovasi ini dihadirkan melalui kerja sama antara PT Satria Trans Jaya selaku operator bus TMD dengan PT Lentera Inovasi Teknologi serta PT Nusantara Global Inovasi, yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) telah dilaksanakan pada Jumat (30/1) disaksikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta serta Kepala Dinas Perhubungan Bali.

Baca juga:  Upacara “Pangeruwakan” Sekaligus Peletakan Batu Pertama Pembangunan TOD Sentral Parkir Kuta

Kepala UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita Dinas Perhubungan Bali, I Nyoman Wiratama, menjelaskan bahwa LAIT merupakan aplikasi dompet digital yang memungkinkan penumpang melakukan pembayaran nontunai saat menggunakan layanan bus TMD.

“LAIT itu aplikasi untuk pembayaran nontunai. Pengguna bisa membeli saldo di aplikasi LAIT, dan nanti LAIT juga memberikan reward kepada pembeli,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1) malam.

Melalui aplikasi tersebut, penumpang cukup memindai barcode yang tersedia di LAIT ketika naik bus Trans Metro Dewata. Skema ini diharapkan mempermudah masyarakat sekaligus mendukung sistem transportasi publik yang lebih modern dan efisien.

Baca juga:  Datangi Gedung DPRD, FDT Bali dan BEM Unud Minta Bus TMD Dioperasikan Kembali

Wiratama menegaskan, bagi Dinas Perhubungan Provinsi Bali, hal terpenting adalah transparansi jumlah penumpang dan kesesuaian pendapatan yang masuk. “Kalau kami di provinsi, di Dinas Perhubungan, apapun metode pembayarannya yang penting jumlah penumpang sesuai dengan rupiah yang masuk dan hasilnya sudah disetorkan ke kas daerah,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kerja sama ini mengikuti mekanisme pengelolaan operator TMD yang dilakukan melalui sistem lelang setiap tahun. “Itu kan kerja sama antara TMD dan LAIT. Selama TMD bekerja sama dengan kita, itu tiap tahun dilelangkan. Selama mereka yang memenangkan tender, ya silakan saja,” ujarnya.

Baca juga:  Penghentian Trans Metro Dewata Tuai Protes, Belasan Ribu Orang Tandatangani Petisi Penolakan

Kesepakatan kerja sama ini akan terus berlaku selama PT Satria Trans Jaya tetap menjadi operator bus Trans Metro Dewata dan bermitra dengan Pemerintah Provinsi Bali. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN