
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sebuah warung milik I Nengah Arsamadi (60), warga Dusun Kanginan, Desa Pesinggahan, Selasa (20/1), dibobol maling.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 20 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram raib digondol maling. Kapolsek Dawan, AKP I Ketut Nariawan, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pencurian tersebut.
Menurut Kapolsek Nariawan, peristiwa pencurian diketahui sekitar pukul 06.00 WITA. Kejadiannya berawal ketika salah seorang keponakan korban melihat warung dalam kondisi terbuka.
Lalu kejadian ini dilaporkan kepada korban yang kebetulan masih berada di rumah. Setelah mendapat informasi tersebut, korban segera menuju warungnya.
Setibanya di lokasi, korban mendapati pintu warung dalam kondisi terbuka dan rusak, dengan bekas congkelan pada pintu. Curiga terjadi sesuatu, korban kemudian masuk ke dalam warung untuk melakukan pengecekan.
Namun saat dicek, korban menemukan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang sebelumnya berjumlah 55 buah berkurang sebanyak 20 buah, sehingga tersisa 35 tabung. Sementara itu, barang dagangan lainnya dilaporkan masih dalam keadaan utuh.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp3.600.000. Korban kemudian melaporkan peristiwa pencurian itu ke Polsek Dawan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas yang menerima laporan kemudian turun melakukan olah TKP.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, pelaku diduga masuk ke dalam warung dengan cara mencongkel dan mendobrak pintu, lalu mengambil tabung gas elpiji milik korban. Hingga kini, pihak Polsek Dawan masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap identitas pelaku serta menelusuri barang bukti hasil pencurian.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan menelusuri barang bukti,” ujar AKP I Ketut Nariawan.
Dengan adanya peristiwa pencurian tersebut, Kapolsek, Nariawan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pemilik usaha di pinggir jalan, serta segera melapor jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar. (Sri Wiadnyana/denpost)










