Dokumen - Karteker Pelatih Arema FC Kuncoro memberikan keterangan di Kota Blitar, Jawa Timur, Jumat (20/12/2024) soal persiapan timnya melakoni pertandingan melawan PSBS Biak di Stadion Soepriadi, Sabtu (21/12/2024). (BP/Dok. MO Arema FC)

 

MALANG, BALIPOST.com – Dunia sepak bola Indonesia berduka. Legenda Arema FC sekaligus Asisten Pelatih, Kuncoro, meninggal dunia pada Minggu (18/1) sore setelah sempat tampil dalam laga amal peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana, Kota Malang.

Kepergian Kuncoro meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar Arema FC, tetapi juga bagi insan sepak bola nasional. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan rasa syok dan kehilangan atas wafatnya sosok yang begitu lekat dengan sejarah klub berjuluk Singo Edan itu.

Baca juga:  Bob Tutupoly Tutup Usia

“Kami semua sangat terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana. Hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat pada momen 100 tahun stadion ini,” ujar Yusrinal, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Berdasarkan keterangan manajemen klub, Kuncoro diduga mengalami serangan jantung. Peristiwa tersebut terjadi setelah ia menuntaskan babak pertama pertandingan bersama para legenda Arema lainnya, seperti Siswantoro, Hermawan, dan Doni Suherman.

Baca juga:  Pamucuk Pemangku Pura Dalem Puri Besakih Tutup Usia

Usai peluit turun minum berbunyi, Kuncoro berjalan ke bangku cadangan untuk beristirahat. Namun tak lama kemudian, ia tiba-tiba ambruk dan kehilangan kesadaran. Tim medis dan perangkat pertandingan segera memberikan pertolongan pertama di tepi lapangan.

Karena kondisinya tidak menunjukkan perkembangan, Kuncoro segera dilarikan ke RSUD Saiful Anwar, Malang, untuk mendapatkan penanganan intensif. Namun, takdir berkata lain. Kuncoro dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Bagi Arema FC, Kuncoro bukan sekadar legenda, melainkan simbol dedikasi dan loyalitas. Ia dikenal sebagai pribadi hangat, humoris, tegas, serta memiliki jiwa setia kawan yang kuat baik sebagai pemain, pelatih, maupun sosok panutan di dalam tim.

Baca juga:  Kualitas Rumput Dipta akan Sama dengan GBK

Manajemen Arema FC mengajak seluruh pecinta sepak bola untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Selamat jalan legenda. Loyalitasmu akan selalu abadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tulis manajemen Arema FC. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN