Rapat Koordinasi di Lobby Bupati pada Kamis (11/12). (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai bersiaga penuh menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan, Pemkab menyiagakan tiga posko, termasuk satu posko khusus penanganan bencana.

Kesiapan ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor bersama Forkopimda dan instansi terkait di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (11/12).

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa pengamanan Nataru menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri.

Baca juga:  Tiga Bibit Siklon Ada di Sekitar Indonesia, BMKG Sebut Potensi Cuaca Ekstrem Masih Ada

Bupati Sutjidra menjelaskan, dua posko pengamanan akan ditempatkan di kawasan yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan, yakni Taman Kota Singaraja dan Kawasan Wisata Lovina.

Sementara satu posko bencana akan dibuka di Terminal Sangket, sebagai pusat koordinasi mitigasi dan respons cepat situasi darurat.

“Kita sekarang berkoordinasi dengan lintas sektor. Yang utama itu pengamanan Nataru agar berjalan aman, nyaman, tertib, dan penuh sukacita bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:  Jadi Arena Bulfest, Delapan Titik Jalan Protokol di Kota Singaraja Ditutup Total 5 Hari

Posko tersebut akan diperkuat berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, hingga Tim Kesehatan. Posko dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Desember. “Semua kita siapkan agar penanganan di lapangan lebih cepat dan terkoordinasi,” kata Bupati.

Bupati Sutjidra meminta BPBD terus memperbarui informasi dari BMKG, termasuk kajian cuaca dan potensi bencana. Pemangkasan pohon rawan tumbang juga kembali digencarkan, menyusul hujan disertai angin kencang yang beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah.

Baca juga:  Gelombang Tinggi Disusul Banjir Rob Terjadi di Pesisir Pantai Jembrana

“Ini penting untuk mengantisipasi daerah rawan. Pohon-pohon besar yang sudah rapuh harus ditangani agar tidak membahayakan masyarakat pengguna jalan,” tegasnya. (Yudha/balipost)

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN