Gedung DPRD NTB dibakar massa aksi yang menggelar demonstrasi pada Sabtu (30/8). (BP/Suara NTB)

MATARAM, BALIPOST.com – Gas air mata ditembakkan aparat kepolisian untuk meredakan kericuhan di depan Gedung DPRD NTB, Sabtu (30/8).

Dikutip dari Suara NTB (Kelompok Media Bali Post), ada ribuan orang yang terkena gas air mata yang dilemparkan aparat kepolisian.

Demonstrasi ini menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya menindak tegas oknum polisi yang melindas Affan Kurniawan, driver Ojol pada Kamis (28/8). Mereka juga meminta Jenderal Listyo Sigit dicopot dari jabatannya sebagai Kapolri.

Baca juga:  Manajer Holywings Ditetapkan Sebagai Tersangka

Selain itu, aksi ini juga dipicu oleh isu kenaikan tunjangan DPR yang dirasa tidak pantas di tengah keadaan ekonomi yang mencekik.

Dari pantauan, aparat yang berjaga di tengah jalan Udayana terlihat melemparkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa. Beberapa di antara mereka terlihat lari berhamburan.

Salah satu pengunjuk rasa, Ilham pada Sabtu (30/8) mengatakan, terdapat ratusan massa aksi yang terdampak gas air mata aparat kepolisian.

Baca juga:  Penggunaan Gas Air Mata Saat Demo Agar di Evaluasi

“Perkiraan sampai ratusan mahasiswa yang kena,” katanya kepada Suara NTB.

Beberapa mahasiswa yang terkena kata Ilham juga dibawa ke Rumah Sakit terdekat. “Sebagian pada lari ke pemukiman, sebagian yang emang sudah parah banget di bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Semenjak berita ini diterbitkan, massa aksi masih terus melakukan perlawanan ke arah aparat. Sementara yang lain terlihat beristirahat di tempat-tempat aman seperti permukiman masyarakat. (kmb/suara ntb)

Baca juga:  Soal "Surat Cinta" UGM, Ari Minta Hargai Perbedaan Perspektif Demokrasi
BAGIKAN