
MATARAM, BALIPOST.com – Aksi demontrasi di DPRD Provinsi NTB pada Sabtu (30/8), berlangsung anarkis. Ratusan massa aksi yang tidak terkendali, menyebabkan dua gedung utama kantor DPRD Provinsi NTB terbakar hebat.
Dikutip dari Suara NTB (Kelompok Media Bali Post), sebelum kedua gedung kantor para anggota wakil rakyat di Udayana tersebut terbakar habis, massa aksi diduga melakukan penjarahan isi kantor tersebut. Sejumlah barang-barang elektronik digondol para massa aksi.
Sejumlah orang yang keluar dari gedung kantor DPRD tersebut menenteng barang-barang elektronik berupa tv, komputer, kursi, dan mesin-mesin lainnya.
Setelah mengamankan sejumlah barang-barang, mereka diduga langsung mengobrak-abrik isi ruang-ruang kantor tersebut, sembari menyalakan api. Massa aksi nyaris menyisir seluruh ruangan kantor DPRD, mulai dari lantai satu sampai lantai empat.
Aparat kemanan yang berjaga nampak tidak berdaya membendung beringasnya aksi massa yang masuk menguasai seluruh ruang kantor dengan melakukan perusakan dan pembakaran.
Terkait kondisi tersebut pihak Sekretariat DPRD NTB melalui Kepala Bagian Umum dan Humas, Muhammad Erwan menyampaikan bahwa tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan. Lantaran memang kantor sedang sepi karena hari libur.
Erwan pun memprediksi akibat terbakarnya gedung utara dan gedung selatan kantor DPRD NTB. Pihaknya mengalami kerugian sampai puluhan miliar. “Kalau kerugian ini dua gedung satu gedung utama ludes. Ini nilainya puluh miliar,” pungkasnya. (kmb/suarantb)