
DENPASAR, BALIPOST.com – Kericuhan massa aksi di Mapolda Bali berhasil diredakan aparat kepolisian dengan memukul mundur para demonstran, Sabtu (30/8).
Pada saat kericuhan, sejumlah orang sempat merusak sepeda motor aparat dan hendak membakarnya. Beruntung petugas berhasil memukul mundur massa sehingga motor tersebut tidak jadi dibakar.
Dari pantauan di lokasi, aparat membentuk benteng penjagaan dengan tameng bertuliskan polisi. Mereka berbaris berjajar di depan Jl. WR Supratman yang merupakan lokasi Mapolda Bali.
Dua water cannon milik Polda Bali juga tampak bersiaga di belakang barisan personel yang berlindung di balik tameng. Sebanyak dua water cannon disiagakan untuk menghalau pendemo.
Dalam aksi yang digelar hari ini, ada 33 tuntutan yang disuarakan oleh Aliansi Bali Tidak Diam. Humas Aliansi Bali Tidak Diam, A, mengatakan sejumlah tuntutan itu, antara lain pembubaran DPR RI, pecat pimpinan Polri yang gagal dalam menyelamatkan massa aksi, bebaskan dan hentikan kriminalisasi terhadap tahanan politik termasuk para demonstran, kembalikan independensi KPK, dan usut tuntas insiden matinya Affan Kurniawan (21) karena dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya.
Ia mengatakan peserta yang ikut dalam aksi demonstrasi kali ini dari berbagai kalangan. “Kalau peserta yang hadir dalam demo pagi ini, kami melebur atas nama masyarakat Bali dengan nama aliansi Bali Tidak Diam,” ujar A.
Dalam kesempatan itu, massa aksi mengatakan akan tetap menggelar demonstrasi sampai semua aspirasi tersampaikan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy S.I.K., meminta agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib. “Sama-sama kita menjaga Bali, bahwa Bali tetap kondusif dan aman,” ujarnya.
Ia mengatakan pihak kepolisian memberikan ruang bagi para demonstran untuk menyampaikan aspirasinya. “Mudah-mudahan kita punya semangat yang sama dalam menjaga Bali,” kata Ariasandy. (Diah Dewi/Adi/balipost)