
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kecelakaan laut menimpa sampan bermuatan barang di Perairan Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Kamis (28/8).
Sampan barang dihantam ombak hingga terbalik. Sedangkan seluruh muatan hanyut terbawa arus. “Awalnya mengenai bagian depan hingga membuat badan sampan pecah dan muatan ikut hanyut terbawa arus,” kata Kapten Sampan, I Made Darma.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Sampan membawa muatan pasir, semen, cat, dan gas menuju Nusa Lembongan tiba-tiba diterjang ombak tinggi.
Personel Polsek Dawan bersama Satuan Polairud Polres Klungkung segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, dokumentasi, dan membantu proses penarikan puing sampan ke pesisir.
Kapolsek Dawan, AKP I Gede Budiarta, Bhabinkamtibmas Desa Kampung Kusamba dan masyarakat setempat turun langsung bergotong royong melakukan upaya penarikan puing-puing sampan yang hancur. Puing-puing sampan ditarik bersama-sama menggunakan tali dari pesisir Kusamba.
Salah satu buruh angkut setempat, Samabasor, menambahkan sebenarnya sampannya belum berangkat melakukan penyeberangan. Namun, baru mau lepas tali manggar, tiba-tiba dihantam ombak besar.
“Tadi masih mau masukin barang-barang terakhir, seperti palen, pisang telor dan lainnya, tetapi ombaknya besar sekali. Di bagian depan sudah hancur duluan dihantam ombak,” katanya.
Sampan ini, kata dia, berkapasitas 50 ton. Namun, dengan barang-barang sudah naik, bebannya baru kisaran 20 ton. Dia memastikan tidak ada korban jiwa.
Hanya saja barang-barang seperti seng, semen, pasir dan cat tidak bisa diselamatkan, karena sampan langsung tenggelam. Sejumlah barang yang bisa diselamatkan, antara lain tabung gas, terpal, tali, dan jirigen serta sejumlah makanan ringan.
“Ombaknya memang sudah besar sudah sejak malam. Saat peristiwa terjadi, kejadiannya cepat sekali. Sampannya langsung hancur. Rencananya barang-barang ini mau dikirim ke Lembongan ke toko bangunan milik pak Romi,” imbuhnya.
Dengan adanya peristiwa, dia menegaskan seluruh sampan barang lainnya di pesisir Kusamba sementara tidak ada yang berani melanjutkan penyeberangan. Karena ombak di pesisir ini masih ganas, meski tidak ada angin kencang. (Bagiarta/balipost)