Alexis Lee berbicara dalam NeutraDC Summit 2025 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Badung, Senin (25/8). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemimpin infrastruktur IT dan pengambil keputusan di kawasan Asia Pasifik berkumpul di Nusa Dua, Bali pada Senin (25/8), dalam ajang NeutraDC Summit 2025.

Kegiatan yang menghadirkan lebih dari 350 peserta dari berbagai industri ini membahas beragam solusi inovatif di bidang data center dan kecerdasan buatan (AI).

Para ahli dan praktisi terkemuka berbagi insight, pengalaman, dan solusi terkait isu-isu strategis dalam perkembangan teknologi. Beberapa topik besar yang akan menjadi sorotan antara lain mempercepat pengembangan ekosistem AI dari hulu ke hilir, mendesain data center yang siap menghadapi era AI dengan memperhatikan resiliensi serta kebijakan, hingga membahas pemanfaatan nyata AI di berbagai industri, mulai dari sektor kesehatan, energi, finansial, hingga sektor publik.

Baca juga:  Ikut Berkontribusi Bangun Denpasar, AMD Titip Aspirasi Milenial ke Jaya Wibawa

Salah satu pembicara, Alexis Lee, Commercial Lead AMD ASEAN, mengungkapkan AMD menjadi motor penggerak superkomputer global.

“Dari 10 superkomputer tercepat di dunia, lima menggunakan solusi AMD, termasuk peringkat nomor 1 dan 2. Tidak hanya tercepat, tetapi juga hemat energi, dengan konsumsi listrik hingga 50 persen lebih rendah,” jelasnya.

Lee juga menyoroti inovasi di segmen AI PC, yang kini telah memasuki generasi ketiga. Perangkat berteknologi AI ini mampu menjalankan hingga 100 miliar parameter secara lokal, menjadikannya relevan untuk berbagai sektor, termasuk pemerintahan dan pertahanan.

Baca juga:  Sayan Prepares IDR 134 million to Develop Tourism

Selain solusi teknologi, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjawab tantangan kekurangan talenta AI. Riset menunjukkan 67 persen prusahaan masih kekurangan tenaga ahli AI.

Karena itu dengan menggandeng lembaga pendidikan, pengembangan program pembelajaran AI terus dilakukan sehingga lulusan baru siap menghadapi kebutuhan industri.

Sementara itu, Brando Lubis, pembicara lainnya menegaskan pentingnya masa depan komputasi dengan mengembangkan beragam produk yang menghadirkan performa dan kapabilitas terdepan yang akan mendefinisikan konvergensi High Performance Computing (HPC) dan AI.

“Mulai dari CPU EPYC™, GPU Instinct™, DPU Pensando™, hingga jaringan skala luas, dengan infrastruktur terbuka, fleksibel, dan dapat diprogram,” ujarnya.

Baca juga:  Dozens of Accommodations in Badung Unlicensed

Ajang ini menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membahas arah pertumbuhan infrastruktur digital, tata kelola data, dan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di kawasan. Tema AI Collaboration menyoroti kebutuhan krusial menghadapi era AI yang semakin kompleks.

Tantangan dalam pengembangan teknologi ini tidak lagi sekadar bergantung pada ketersediaan lahan dan energi, tetapi menuntut adanya sinergi lintas batas antara pelaku industri, regulator, hingga penyedia teknologi.

Salah satu yang membedakan tahun ini adalah hadirnya AI Clinic & Solutions, sebuah sesi interaktif yang memungkinkan semua pihak untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan, kebutuhan, serta peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN