Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kedua kanan) didampingi Sekjen PSSI Yunus Nusi (kedua kiri), Exco PSSI Arya Sinulingga (kanan) dan Muhammad (kiri) memberikan keterangan pers terkait gelaran Piala Kemerdekaan 2025 di Ruang Konferensi Pers Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (31/7). (BP/Ant)

 

JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas U-17 Indonesia telah mengumumkan skuad berisi 30 pemain untuk mengarungi Piala Kemerdekaan 2025. Turnamen yang akan digelar di Medan, Sumatera Utara, pada 12-18 Agustus ini menjadi ajang persiapan penting bagi Garuda Muda sebelum tampil di Piala Dunia U-17 2025.

Skuad yang disiapkan pelatih Nova Arianto ini diperkuat oleh sejumlah pemain andalan dari Piala Asia U-17 beberapa bulan lalu. Dua nama yang sempat absen pada pemusatan latihan di Bali, Zahaby Gholy dan Matthew Baker, kini kembali bergabung. Gholy, yang merupakan pemain Persija Jakarta, sebelumnya fokus membela timnya dalam turnamen Piala Presiden bersama Liga Indonesia All Star, sementara Baker memperkuat Melbourne City.

Baca juga:  Neraca Perdagangan Indonesia Alami Surplus

Selain itu, dua pemain diaspora yang telah menjalani pemusatan latihan di Bali selama hampir sebulan juga masuk dalam daftar skuad. Mereka adalah Elzar Jacob dan Noha Pohan.

Piala Kemerdekaan 2025 akan diikuti oleh Indonesia dan tiga negara lain. Dua di antaranya telah terkonfirmasi, yaitu Afrika Selatan dan Tajikistan, yang juga merupakan peserta Piala Dunia U-17 2025. Menurut Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kedua tim ini diundang karena keinginan pelatih Nova Arianto untuk mencoba berbagai strategi permainan dan membiasakan tim dengan karakter lawan dari berbagai benua.

Baca juga:  Kapolri Intruksikan Jajarannya Tidak Ragu Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah

“Karena kemarin coach Nova ingin mencoba beberapa style permainan. Karena kan di grup kita itu juga ada yang dari Afrika, ada yang dari Amerika Latin. Ini sekadar kita mengukur saja,” ujar Erick, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Di Piala Dunia U-17 2025, Indonesia tergabung dalam Grup H bersama tim-tim kuat seperti Brasil (Amerika Selatan), Honduras (Amerika Utara), dan Zambia (Afrika). Kehadiran Afrika Selatan dalam turnamen ini diharapkan bisa menjadi simulasi yang baik menghadapi Zambia. (Suka Adnyana/Balipost)

Baca juga:  Indonesia Tawarkan Tiga Proyek Investasi ke Jepang

 

BAGIKAN