Pemain Persija Jakarta Shayne Pattynama menjawab pertanyaan pewarta saat ditemui di Persija Training Ground, Depok, Selasa (27/1). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Shayne Pattynama melangkah mantap saat menerima pinangan Persija Jakarta. Meski belum pernah merumput di kompetisi Indonesia sebelumnya, bek kiri berusia 27 tahun itu sama sekali tidak menyisakan keraguan ketika Macan Kemayoran datang mengetuk pintunya.

Persija resmi mengumumkan kedatangan Shayne pada Jumat (23/1), sekaligus menjadikannya rekrutan terakhir klub ibu kota menjelang paruh kedua BRI Super League 2025/2026. Bagi pemain diaspora tersebut, keputusan bergabung dengan Persija bukanlah sebuah lompatan ke wilayah asing.

“Tidak ada keraguan. Memang ini klub baru, tapi saya mengenal Indonesia dan orang-orangnya. Jadi bagi saya ini bukan benar-benar adaptasi atau sesuatu yang sepenuhnya baru,” ujar Shayne, dirilis dari Kantor Berita Antara.

Baca juga:  Pandemi Covid-19 Melandai, Momentum Bangkitkan Aktivitas Seni dan Budaya

Ia mengakui setiap perpindahan klub selalu menghadirkan tantangan tersendiri mulai dari pelatih baru, rekan setim baru, hingga filosofi permainan yang berbeda. Namun pengalaman panjang di level profesional membuatnya percaya diri menghadapi semua itu.

“Saya sudah 27 tahun dan memiliki cukup pengalaman dalam karier. Saya tahu bagaimana menghadapinya, dan itu bagian dari sepak bola,” tambahnya.

Keputusan Shayne bermain di Indonesia tak lepas dari sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan langkah para pemain diaspora yang memilih berkarier di dalam negeri, mengikuti jejak Jordi Amat, Eliano Reijnders, hingga Thom Haye. Namun bagi Shayne, kritik tersebut bisa dimengerti asal disertai sudut pandang yang jujur dan adil.

Baca juga:  Kantor PUPR Provinsi Sulsel Digeledah KPK

“Saya paham banyak orang ingin pemain tampil di liga terbaik. Tapi kita juga harus memahami bahwa sebagai sebuah negara, kita sedang membangun sepak bola,” tuturnya.

Menurutnya, kemajuan liga domestik akan berdampak langsung pada kualitas tim nasional. Karena itu, ia mengajak publik untuk berhenti meremehkan kompetisi sendiri dan justru ikut menjadi bagian dari pertumbuhan.

“Ketika liganya lebih baik, timnas juga akan lebih baik. Jangan meremehkan negara sendiri. Kita harus saling membantu berkembang penggemar, pemain, semuanya,” tegas Shayne.

Baca juga:  Kilang Cilacap Kebakaran, Pertamina Pastikan Tak Pengaruhi Produksi BBM

Kini, bersama Persija, Shayne Pattynama tak hanya membawa ambisi pribadi, tetapi juga keyakinan bahwa sepak bola Indonesia tengah bergerak ke arah yang lebih baik. Macan Kemayoran pun mendapat suntikan kepercayaan diri baru di sektor kiri pertahanan jelang ketatnya persaingan Super League. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN