Tiga tersangka kasus penembakan 2 WNA di vila kawasan Desa Munggu, Mengwi, Badung. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST com – Tim gabungan Polres Badung dan Ditreskrimum Polda Bali masih mendalami kasus penembakan di vila wilayah Desa Munggu, Mengwi yang terjadi sebulan lalu, Rabu (18/6).

Informasi beredar, aparat telah menemukan senpi kedua yang diduga digunakan dalam peristiwa penembakan yang menewaskan satu warga Australia, Zivan Radmanovic dan melukai Sanar Ghanim hingga dirawat di RS.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, Kamis (17/7), saat dikonfirmasi penemuan senpi di wilayah Tabanan, mengatakan dalam waktu dekat akan dirilis, termasuk perkembangan kasus ini.

Baca juga:  Ribuan Narapidana Terima RK Waisak, Puluhan Ada di Bali

Ia juga mengatakan tiga pelaku, Darcy Francesco Jenson (37), Tupou Pasa I Midolmore (37) serta Coskunmevlut (23), telah dites urine dan hasilnya negatif mengonsumsi narkoba.

Terkait belum juga terungkapnya motif dari penembakan ini, Ariasandy mengaku aparat tidak mengalami kendala. “Belum ada kendala. Namanya proses kan tergantung tingkat kesulitannya dan alat bukti yang dikumpulkan. Jadi selama ini sepertinya belum ada kendala,” ungkapnya.

Baca juga:  Panglima TNI Ungkap Penyebab Kebakaran Gudmurah Kodam Jaya

Terkait jumlah saksi, mantan Kabid Humas Polda NTT ini menegaskan banyak. Pasalnya penyidikan kasus ini dirangkaikan perbuatan perencanaan pembunuhan.

Kasus ini direncanakan jauh-jauh hari, mulai dari kedatangan pelaku di Jakarta, Surabaya, lalu masuk Bali. Saksi-saksi tersebut ada yang di TKP, terminal, dan warung.

Dalam rilis sebelumnya, polisi menemukan satu pucuk pistol lengkap dengan magasin di subak, Jalan Anyelir, Kecamatan Dauh Peken, Kabupaten Tabanan, Rabu (25/6) malam.

Baca juga:  WNA Korban Penembakan Dipindah dari RS, Lokasi Dirahasiakan

Ditemukan pula dua buah proyektil utuh, 18 selongsong peluru, 55 pecahan proyektil, tas ransel isi kacamata hitam, 27 butir peluru ditemukan di aliran subak tersebut. Juga ditemukan tas ransel berisi kotak dibalut lakban diduga isinya peluru. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN