GIANYAR, BALIPOST.com – Desa Adat Kebon, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar menggelar Karya Agung. Karya Agung ini yakni Padudusan Agung Ngenteg Linggih, Mamungkah, Tawur Pedanan, Ngusaba Dalem dan Hyang Pitara berlangsung di Pura Dalem Sekar Mukti.

Puncak karya telah berlangsung pada Minggu, 27 April 2025. Sebelum karya sudah dilaksanakan sejumlah rangkaian upakara penting seperti mapiuning, mendak bagia, melasti ke Segara Lembeng, tawur pedanan dan beberapa rangkaian upacara lainnya.

Baca juga:  Berbarengan dengan Nyepi, Persembahyangan Tumpek Wariga Ditolerir hingga Pukul 06.30 WITA

Bendesa Adat Kebon, I Wayan Suteja didampingi Ketua Sabha, Ketut Kodi dan Anggota Kertha, Made Wijana menjelaskan Karya Agung ini digelar untuk melanjutkan karya-karya yang sudah sempat digelar sebelumnya.

Sebelumnya di pura ini sempat digelar karya yang sama tahun 1940-an, tahun 1988 dan sekarang tahun 2025.

Dikatakan, sebelum karya tentu didahului dengan pembangunan dan perbaikan sejumlah pelinggih pura.

Pada tahun 1940 saat zaman penjajahan Jepang, para leluhur telah membangun candi bentar dilanjutkan dengan Karya Agung. Pada tahun 1988 melakukan perluasan areal pura dan tahun 2025 pembangunan Pura Praja Pati.

Baca juga:  Tidak Baik untuk Menggelar Ngaben, Berikut Ala Ayuning Dewasa 20 Oktober 2025

Selain itu, Karya Agung ini digelar karena pesan para tetua terdahulu dimana setiap generasi atau 40 tahun sekali agar bisa Ngaturang Karya.

Terkait sumber dana, Wayan Suteja mengaku dari hasil pelaba pura, urunan krama, donatur dan bantuan dari Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar.

Untuk diketahui pangempon pura ini terdiri dari empat banjar yakni Banjar Kebon, Banjar Mukti, Banjar Seseh dan Banjar Sengguan. (Agung Yuliantara/denpost)

Baca juga:  Desa Adat Kesimpar Lestarikan Nyepi Adat

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN