TABANAN, BALIPOST.com – Tradisi pelaksanaan yadnya secara massal terus dilestarikan oleh sejumlah desa adat di Bali. Selain meringankan biaya yang harus dikeluarkan oleh warga, tradisi ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antar warga.

Salah satu desa adat yang masih melestarikan tradisi ini adalah Desa Adat Kelating, Kerambitan, Tabanan, yang menggelar upacara yadnya ngaben dan matatah massal dengan puncak acara pada Senin (10/6).

Bendesa Adat Kelating, Dewa Made Maharjana menjelaskan upacara yadnya massal ini mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara warga desa. Proses persiapan hingga pelaksanaan yadnya yang dilakukan bersama-sama menciptakan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat.

Baca juga:  Restoran di Jalan Monkey Forest Terbakar, Tiga Armada Damkar Dikerahkan

Pada upacara ngaben massal kali ini, sebanyak 36 sawa mengikuti upacara dengan biaya Rp5 juta per sawa. Selain itu, terdapat 39 orang yang mengikuti upacara ngelangkir, 10 orang ngelungah, 1 orang nebusin dengan biaya masing-masing Rp1 juta per orang.

Selain itu, ada 19 orang yang mengikuti upacara matatah/masangih, 10 orang nelubulanin, dan 3 orang ngerorasin dengan biaya masing-masing Rp1,5 juta per orang.

Baca juga:  Desa Adat Runuh Komitmen Lestarikan Warisan Seni Budaya

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan, Doktor Komang Gede Sanjaya yang hadir untuk ngupasaksi.

Selama 10 hingga 15 tahun terakhir, masyarakat Tabanan menjadi pionir dalam membangun yadnya secara bersama-sama dengan biaya yang terjangkau.

Paradigma yang menganggap yadnya bersama sebagai sesuatu yang kurang baik telah terbantahkan oleh konsistensi masyarakat Tabanan dalam melaksanakan yadnya. Ia sering hadir memberikan upasaksi dan motivasi, karena yadnya tidak harus mahal atau dilakukan sendiri.

Baca juga:  Desa Adat Pengeragoan Dangin Tukad Kelola Rest Area Perbatasan

Ia mengingatkan slogan Paduraksa Jayaning Singasana, di mana pemerintah ikut serta membantu meringankan beban masyarakat, khususnya dalam pelestarian adat, agama, tradisi, dan seni budaya, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Puspawati/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN