MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyelenggaraan World Water Forum ke-10 berjalan sukses dan membawa angin segar bagi Desa Adat Kuta. Untuk pertama kalinya, Kuta dipilih menjadi salah satu venue acara, khususnya sebagai tuan rumah gelaran pameran UMKM.

Keterlibatan ini diharapkan dapat memicu kembali kunjungan wisatawan asing ke Kuta pasca pandemi Covid-19 dan mengukuhkan Kuta sebagai tujuan wisata favorit setelah penataan pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta). Selain itu, acara ini juga menjadi platform untuk melestarikan dan menegaskan eksistensi seni di Kuta.

Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia WWF yang telah melibatkan Desa Adat Kuta sebagai salah satu tuan rumah. Selama pelaksanaan exhibition di Pantai Kuta, masyarakat maupun pengunjung sangat tertib dan antusias. Aparat keamanan dan panitia bekerja sama dengan baik.

Baca juga:  PRK Sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Ia mengatakan, momen ini sangat baik untuk membangkitkan kembali pariwisata Kuta dan Bali secara keseluruhan. Masyarakat Kuta sangat merasakan dampaknya. Pihaknya berharap event-event besar lainnya juga melibatkan desa adat, karena ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kuta.

Salah satu dampak positif dari acara ini adalah pementasan seni di Pantai Kuta yang menjadi media untuk menegaskan eksistensi seni di Kuta. Program seni ini direncanakan akan digelar rutin di kawasan depan Pura Segara Desa Adat Kuta, di mana sekaa atau sanggar seni setempat akan diberikan kesempatan tampil minimal seminggu sekali.

Baca juga:  Desa Adat Bedulu Pertahankan Tradisi Hingga Gotong Royong Tangani COVID-19

Ardana juga mengharapkan agar penyelenggara event atau pihak luar dapat memberikan ruang bagi seni Kuta dalam acara-acara yang diadakan di daerah tersebut.

Dampak positif lainnya dirasakan oleh UMKM lokal yang ikut terlibat dalam acara ini, baik dari segi ekonomis maupun marketing. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada delegasi dunia. Ardana mengungkapkan ada 16 stand UMKM lokal Kuta yang ikut dalam exhibition. Sebanyak 13 banjar mendapatkan 1 slot stand, WHDI mendapatkan 2 slot, dan PKK mendapatkan 1 slot. Ini gratis diberikan oleh panitia.

Bagi Pasar Seni Kuta, event tersebut menjadi wahana promosi gratis yang sangat bermanfaat untuk memperkenalkan kembali pasar seni yang telah direvitalisasi oleh Pemkab Badung.

Baca juga:  Canangkan Bali Provinsi Bebas Emisi, Menteri ESDM Beri Penghargaan ke Gubernur Koster

Dengan adanya event ini, diharapkan kunjungan ke pasar seni akan semakin ramai. Namun, upaya promosi dan strategi pemasaran masih diperlukan untuk menarik kunjungan wisatawan. Ardana yakin bahwa hal tersebut akan tercapai seiring dengan kesan positif yang dibawa pulang para delegasi atas kunjungan mereka ke Pantai Kuta.

Kesuksesan World Water Forum ke-10 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Desa Adat Kuta, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan penyelenggara event dapat membawa dampak positif yang luas bagi pariwisata dan ekonomi lokal.

Momentum ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan event-event besar lainnya di masa depan. (Parwata/balipost)

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN