Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menanggapi insiden ormas yang mengusir peserta dan pemateri People’s Water Forum (PWF). Mahendra menegaskan dirinya tidak pernah memberikan arahan lisan maupun tertulis pada pihak mana pun terkait berita yang menyebut ada pihak-pihak yang mengklaim mengikuti arahan dari Pj. Gubernur Bali terkait pembubaran acara tersebut.

Bahkan bertemu dan bertatapan muka pun tidak pernah dengan pihak bersangkutan. “Saya bahkan tidak tahu ada Ormas PGN, apalagi ketemu dengan Ketua atau pun Pengurus PGN,” ungkapnya di Denpasar, Rabu (22/5).

Baca juga:  Setahun Ada 10 Ribu Lebih Kejadian Gempa Bumi di Indonesia

PWF atau Forum Air untuk Rakyat yang digelar oleh Pro Demokrasi (Prodem) Bali di Denpasar menurut Mahendra tidak perlu dipermasalahkan apalagi ada upaya untuk dibubarkan. Mahendra berpendapat forum ini merupakan hak warga negara untuk berekspresi.

“Kami tidak melarang kegiatan untuk berekspresi menyampaikan pendapat, apalagi dilakukan dalam forum akademik, karena agenda PWF tersebut sebenarnya sejalan dengan agenda WWF, yaitu sama-sama bertujuan menjaga ketersediaan air untuk kelangsungan kehidupan,” kata Pj. Gubernur.

Baca juga:  Empat Ribuan Kasus COVID-19 Baru Masih Dicatatkan Nasional, Korban Jiwa Tetap Puluhan

Kritik yang dilontarkan PWF pada penyelenggaraan forum air terbesar dunia WWF ke-10 tahun 2024 dimana Bali menjadi tuan rumah, menurut pria kelahiran Singaraja, Buleleng ini, adalah hal biasa yang harus disikapi dengan positif, karena pada dasarnya WWF dan PWF memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menjaga ketersediaan air guna kelangsungan kehidupan. “Yang utama, kita semua harus sepakat bersama-sama menjaga situasi di Bali agar tetap aman, shanti dan nyaman bagi siapapun,” tandasnya.

Baca juga:  Danone-Aqua Raih 2 Anugerah Proper Emas dan 8 Anugerah Proper Hijau

Mahendra Jaya pun memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu jalannya ajang WWF ke-10 tahun 2024 yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, di Kawasan ITDC, Nusa Dua, Senin (20/5) lalu. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *