Petugas Damkar Klungkung saat berupaya memadamkan kobaran api di TKP. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Diduga mengalami korsleting, api membakar sebuah rumah warga di Banjar Kawan, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Sabtu (18/5). Rumah yang posisinya persis di belakang Pura Agung Kentel Gumi itu diketahui milik I Wayan Sarka (65).

Beruntung kobaran api itu segera dapat diatasi Petugas Pemadam Kebakaran, sehingga tidak kebakaran tidak merembet ke tempat lain. Kepulan asap pertama kali diketahui cucu korban.

Saat duduk di selatan rumah, saksi menyadari adanya kepulan asap dari salah satu kamar rumah itu. Kaget dengan kobaran api itu, dia lantas bergegas memberitahukannya kepada neneknya dan seketika penghuni lainnya berteriak meminta tolong.

Baca juga:  Masak Minyak Kelapa, Dapur Kebakaran

Warga yang datang berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terlanjur besar dan sulit dipadamkan.

Warga setempat berinisiatif menghubungi Perbekel Desa Tusan dan segera meneruskannya kepada Petugas Damkar Klungkung.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengatakan setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.00 WITA, petugas kemudian datang ke TKP dan melaksanakan penanganan Kebakaran. Kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. Api dapat dikendalikan setelah anggota Damkar melakukan pencegahan agar api tidak semakin membesar.

Baca juga:  Pasar Lelateng Terbakar, Mobil Damkar hingga Water Cannon Dikerahkan

Anggota Damkar tersebut segera melakukan pendinginan pada rumah yang terbakar. Petugas juga sempat menghubungi pihak PLN agar dapat segera mematikan arus listrik yang diperkirakan masih aktif.

“Penanganan berlangsung hampir satu jam. Anggota Damkar berusaha memadamkan api dengan cepat, dibantu penghuni dan masyarakat dan Petugas Polsek Banjarangkan,” katanya.

Total, Petugas Damkar harus mengerahkan empat unit kendaraan dengan total personel sebanyak sebelas orang. Bantuan masyarakat sekitar dan petugas kepolisian juga sangat membantu mempercepat proses penyelesaian pemadaman kebakaran.

Baca juga:  "BNI Berbagi," Salurkan CSR Tangani Dampak COVID-19

Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, akibat kebakaran ini, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Suwarbawa kembali mengingatkan warga untuk selalu mengecek kondisi instalasi listrik di dalam rumah. Sebab, korsleting listrik sangat sering memicu terjadinya kebakaran tempat tinggal. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *