Warga Swadaya Menambal Jalan Berlubang. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga di Dusun Batu Dinding, Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng mengeluhkan jalan utama penghubung Desa Pegadungan dan Desa Pegayaman kondisinya rusak parah. Wargapun berulang kali melakukan pengusulan ke Pemerintah Daerah untuk memperoleh perbaikan. Namun hal itu tak kunjung terealisasi.

Diketahui, kondisi jalan rusak sepanjang 1.450 meter itu terjadi sejak 2017 silam. Pihak Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada pun selalu mengusulkan baik dalam Musrembang Desa maupun Musrembang Kecamatan. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan jalan yang menjadi akses utama warga setempat itu diperbaiki.

Baca juga:  Diguyur Hujan Deras, Dapur Warga Manggis Roboh

Dikonfirmasi, Senin (6/5), Kelian Banjar Dinas Batu Dinding, Ketut soma Redana Yasa menjelaskan bahwa wacana Pemerintah Daerah untuk memperbaiki jalan penghubung dua desa itu sempat terjadi pada tahun 2020. Namun itu tidak bisa terkendala lantaran pandemi covid 19. Kemudian wacana serupa juga sempat terjadi di tahun 2022, namun tak kunjung terealisasi. Bahkan puncaknya, di awal tahun 2024 ini, sempat dikabarkan ada pengecekan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun hal itu juga belum bisa dipastikan, apakah mendapat perbaikan atau belum.

Baca juga:  Jumlah PDP COVID-19 di Bali Bertambah, Akumulatifnya Jadi 166 Kasus

“Kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak tahun 2017 dan sama sekali belum tersentuh perbaikan. Itu sudah diusulkan hampir setiap tahun di musrembang desa hingga kecamatan. Usulannya pun sudah diinput di aplikasi.Namun hingga kini tidak pernah ada persetujuan perbaikan,” terang Soma.

Menurut Soma, jalan ini merupakan salah satu akses terdekat menuju desa tetangga. Terkadang keberadaan jalan rusak ini hampir membahayakan pengendara yang melintas. Menghindari korban jiwa, pihaknya pun bersama warga sekitar melakukan urunan secara swadaya untuk menambal kerusakan yang terjadi.

Baca juga:  Longsor Timpa Bangunan Warga

“Ini kerusakan sudah tergolong parah, total dari awal sampai akhir jalan mengalami kerusakan. kami hampir setiap tahun melakukan pungutan untuk menambal jalan yang berlobang. Pengerjaanya pun kami lakukan dengan gotong royong,” tandasnya.

Pihaknya pun berharap, Pemerintah Daerah segera merespon kebutuhan warga saat ini. Pasalnya jalan ini menjadi akses tumpuan utama warga sekitar. (Nyoman Yudha/Balipost)

BAGIKAN