Pj. Bupati Lihadnyana. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemkab Buleleng akan melakukan penataan terhadap Pasar Anyar Singaraja. Saat ini, pemerintah disebut telah membentuk tim untuk mendata kerusakan yang terjadi pada pasar terbesar tersebut. Pasalnya, pasar itu sama sekali belum tersentuh perbaikan.

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, saat ini telah membentuk tim untuk mengecek kondisi dari pasar tersebut. Nantinya, dari pengecekan yang dilakukan, disebut akan menentukan apakah pasar tersebut akan di renovasi atau sekedar dilakukan penataan. Namun dia tak merinci, berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan renovasi atau penataan tersebut. “Kemarin sudah bentuk tim untuk melihat kelayakannya. Apakah renovasi total, atau cukup penataan. Itu nanti tim tentukan. Kata Lihadnyana usai Sidang Paripurna Selasa (16/4).

Baca juga:  Diluncurkan, Ini Persyaratan Second Home Visa yang Diharap Dongkrak Pariwisata

Lihadnyana menyebut, nantinya lantai dua pasar anyar akan dikembalikan ke fungsinya agar para pedagang tidak berjualan di trotoar. Penataan dan penertiban di Pasar Anyar disebut akan terus dilakukan berkelanjutan. Selain pada pertokoan, penertiban pedagang bermobil yang berjualan di Jalan Diponegoro juga terus dilakukan bersama instansi terkait. “Sehingga dapat ditentukan dan diambil langkah-langkah konkrit untuk terwujudnya ketentraman dan ketertiban disana,”imbuhnya.

Sekedar informasi, kondisi Pasar Anyar Singaraja sempat mendapat perhatian khusus dari Fraksi Golkar DPRD Buleleng. Disebut, dari pengecekan yang dilakukan Dewan Buleleng. Saat ini kondisi lantai dua pasar, dikatakan sudah tidak layak ditempati. Dimana, kondisi bangunan sudah rapuh sehingga membahayakan pedagang yang ada dibawahnya.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Realisasi Investasi di Buleleng Alami Lonjakan

Selain kondisi pasar, pedagang yang berjualan menggunakan badan trotoar juga menjadi sorotan dalam penyampaian pandangan fraksi beberapa waktu lalu. Dimana, pemerintah diminta untuk bisa melakukan penertiban terhadap pedagang yang berjualan di atas trotoar. (Nyoman Yudha/Balipost)

BAGIKAN