STT Tri Kaya Sudha Paramatha, Banjar Adat Pande sedang mengerjakan ogoh-ogoh. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Desa Adat Cempaga, Bangli, akan kembali menggelar pawai ogoh-ogoh dalam rangkaian Hari Suci Nyepi. Pihak desa adat kini tengah mematangkan koordinasi dengan tujuh banjar yang ada di wilayahnya untuk memastikan kegiatan tahunan ini berjalan lancar dan aman.

Bendesa adat Cempaga I Wayan Nyepek mengatakan pihaknya mengagendakan rapat lanjutan Senin (9/3) guna mendata jumlah pasti ogoh-ogoh serta mempertegas rute pengarakan.

Dikatakan bahwa dari tujuh banjar yang ada, terdapat dua banjar yang tahun ini absen membuat ogoh-ogoh karena bersamaan dengan jadwal piodalan di banjar setempat. Meski demikian, ia memuji soliditas sekaa teruna dari Banjar tersebut yang tetap berkomitmen ikut menyemarakkan malam pengerupukan.

Baca juga:  Pemkab Rencanakan Pembuatan Rumah Singgah ODGJ

Terkait jalur pawai, Desa Adat Cempaga biasanya mengarahkan rute hingga Catus Pata. Wayan Nyepek mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi awal dengan Bendesa Adat Kawan mengingat titik tersebut masuk wilayah Kawan dan akan menjadi pusat pertemuan masyarakat dalam jumlah besar.

Wayan Nyepek mengatakan, pihaknya selama ini selalu memberikan peringatan kepada seluruh peserta agar menjaga etika dan mengendalikan emosi selama pawai berlangsung. Ketertiban menjadi syarat mutlak jika ingin kegiatan ini tetap difasilitasi desa adat di tahun-tahun mendatang.

Baca juga:  Terkait Nyepi, Kodim “Mapping” Wilayah Rawan Bentrok

“Semua prajuru harus tanggung jawab, solid, dan kompak menjaga keamanan agar kreativitas pemuda berjalan baik,” tegasnya.

Pembuatan ogoh-ogoh didanai dari anggaran swadaya masing-masing banjar. Namun, Desa Adat Cempaga tetap memberikan dukungan motivasi berupa Samatra Jatu Rp1 juta untuk setiap banjar.

Sementara itu salah satu Sekaa Teruna Teruni (STT) di Cempaga yang membuat ogoh-ogoh yakni STT Tri Kaya Sudha Paramatha, Banjar Adat Pande. Ogoh-ogoh bertajuk “Sengi Sengi Salon” masih dalam proses pembuatan dan ditargetkan sudah keluar dari balai banjar untuk proses finishing 10 Maret nanti. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Musim Hujan, Perajin Arak Kesulitan Bahan Baku

 

BAGIKAN