Ilustrasi - Gunung Merapi meluncurkan lava pijar dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (25/4/2021). (BP/Ant)

YOGYAKARTA, BALIPOST.com – Gunung Merapi pada Jumat (1/3), meluncurkan guguran lava sebanyak lima kali ke arah dua sungai yang terletak di selatan dan barat daya gunung.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso dalam keterangan di Yogyakarta, menyebutkan, berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, guguran lava dengan jarak luncur paling jauh 1.500 meter (1,5 km) itu meluncur ke arah Kali Bebeng (barat daya) dan Kali Boyong (selatan).

“Teramati 4 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. Teramati 1 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur 1.000 meter,” kata Agus dikutip dari kantor berita Antara, Jumat (1/3).

Baca juga:  Di 2050, Bappenas Proyeksikan Penduduk Indonesia dengan 3 Skenario

Selama periode pengamatan itu, Gunung Merapi juga mengalami 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-20 mm selama 32.6-140.2 detik, dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-9 mm selama 6.12-8.5 detik, dan gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8-9 mm selama 71-131.88 detik.

Asap kawah bertekanan lemah di atas puncak Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

Baca juga:  Ini, Cara Warga Blumbang Rayakan HUT RI

Pada periode pengamatan Kamis (29/2) pukul 18.00-24.00 WIB, Gunung Merapi juga tercatat satu kali meluncurkan guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter. “Terdengar 1 kali suara guguran dengan intensitas sedang dari Pos Babadan,” kata Agus.

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas guguran bisa berdampak ke Kali Woro hingga sejauh tiga kilometer dari puncak dan Kali Gendol hingga sejauh lima kilometer dari puncak.

Baca juga:  Aksi Korporasi Rights Issue BRI akan Dijadikan Modal Kerja Holding UMi

Selain itu guguran lava dan awan panas guguran, kata dia, bisa berdampak ke Kali Boyong hingga sejauh lima kilometer dari puncak serta Kali Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh tujuh kilometer dari puncak.

Jika terjadi erupsi eksplosif, lanjutnya, maka lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *