Wisatawan mengunjungi Desa Penglipuran, Bangli. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran melonjak saat libur panjang pekan lalu. Puncak kunjungan terjadi pada Jumat (9/2).

Saking ramainya kunjungan, pihak pengelola terpaksa mengalihkan wisatawan untuk berkunjung ke DTW lain. “Banyak wisatawan yang kami minta untuk mengalihkan kunjungannya ke DTW lain karena memang desa kami betul tidak bisa menampung pada saat itu,” ungkap General Manager Desa Wisata Penglipuran I Wayan Sumiarsa, Minggu (11/2).

Baca juga:  Delapan Hotel Ini Diinapi Kepala Negara KTT G20, Karyawan Pakai ID Khusus

Pihaknya mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Penglipuran pada Jumat lalu tembus 9 ribu orang. Melebihi kunjungan saat libur Natal tahun lalu. Membludaknya kunjungan membuat kapasitas parkir penuh.

Kata Sumiarsa tingginya angka kunjungan wisatawan pada hari itu di luar prediksinya. Pihaknya tidak menyangka antusias wisatawan lokal berkunjung ke Penglipuran sangat luar biasa.

Menurutnya wisata budaya yang kini sedang jadi tren di kalangan wisatawan, mempengaruhi terjadinya peningkatan kunjungan wisatawan ke Penglipuran. “Penglipuran memiliki konsep pariwisata budaya. Itulah yang ingin mereka cari. Ketika berkunjung ke Penglipuran wisatawan bisa betul-betul merasakan suasana yang betul-betul Bali,” katanya.

Baca juga:  Kembali Gempa, Aktivitas Penerbangan Bandara Ngurah Rai Normal

Tak hanya itu di Penglipuran wisatawan juga bisa langsung melihat dan merasakan aktifitas warga dan kegiatan adat istiadat masyarakat. “Contoh kecil yang sedang tren sekarang penyewaan pakaian adat Bali. Jadi memang anak-anak muda yang berkunjung ke Penglipuran memang betul-betul mencari sensasi berpakaian adat Bali ini. Itu yang menjadi salah satu faktor yang mmbuat wisatawan ingin sekali berkunjung ke Penglipuran,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Hancurnya "Rumah Hujan" Bali Sebabkan Bencana
BAGIKAN