Sang ayah menunjukkan jenazah anaknya yang merupakan korban pengeroyokan gerombolan pemotor di Sempidi, Senin (15/1). (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Jenazah Adhi Putra Krismawan (23) korban pengeroyokan di Jalan Raya Sempidi – Dalung dijemput pihak keluarga di Rumah Sakit Prof. Ngoerah Denpasar pada Selasa (16/1) malam. Lantaran tak punya biaya, jenazah almarhum  pun diangkut menggunakan mobil pikap milik keluarga korban untuk pulang ke Singaraja.

Saat ditemui di rumah duka, di Kawasan Kelurahan Kampung Baru Singaraja, Rabu (17/1), sang ayah, Made Suki Arsawan menuturkan, pihaknya bersama 4 orang menjemput jasad korban ke Denpasar. Sesampainya di RS. Prof Ngurah pihaknya pun langsung menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh lab forensik.

Baca juga:  Pengeroyokan di Sempidi, Sang Ibu Tak Sangka Anaknya Tewas Mengenaskan

Usai pelaksanaan autopsi, ia sempat menanyakan ke pihak kepolisian terkait kepulangan jenazah almarhum ke Singaraja. “Kami dapat info, jika kepulangan ke Singaraja biaya ambulance dibebankan ke kita. Saya tidak punya uang untuk itu, terpaksa kami menggunakan mobil pickup. Beruntung saat pulang ke Singaraja tidak ada hujan,” tuturnya.

Mayat Adhi tiba di Singaraja sekitar pukul 22.00 WITA. Kedatangan mayat Adhi pun disambut isak tangis oleh pihak keluarga di Kawasan Kelurahan Kampung Baru, Singaraja.

Sang Ayah pun menjelaskan jika kepulangan putra keempatnya itu membawa duka mendalam untuk keluarganya. Adhi meninggalkan satu anak laki-laki yang baru berusia 3,5 tahun.

Baca juga:  Dari Isolasi Mandiri Orang Terkonfirmasi COVID-19 Ditiadakan! hingga Di 2021, Australia Kemungkinan Tak Akan Buka Perbatasan Internasionalnya

Bahkan semasa hidupnya, Adhi dikenal sebagai sosok yang ramah dan pendiam. Semasa hidupnya pula, Adhi tidak pernah ikut ormas apapun. Adi meninggalkan anaknya. “Sejak kecil anaknya sudah sama kakek dan neneknya, Ia sudah bercerai,” terangnya.

Dari hasil autopsi, pada jenazah almarhum, selain luka bacokan pada dada, juga ditemukan bekas cekikan di leher. “Itu yang luka di dada sampai 14 centimeter kedalamannya. Selain itu ada juga bekas luka cekikan di leher,” tambahnya.

Pihak keluarga pun berharap, Kepolisian segera menangkap terduga pelaku pengeroyokan korban. Selain itu, keluarga juga mendorong polisi untuk memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan terduga pelaku. “Ini harus segera ditangkap. Hukum seberat beratnya. Kalau yang seperti ini dibiarkan bisa menambah korban lagi,” tegas Arsawan.

Baca juga:  Penggerebekan Tajen di Petang, Kapolsek Diperiksa Propam

Rencananya, jenazah Adhi dikubur pada Sabtu (20/1). Namun saat ini pihak keluarga masih merundingkan lokasi penguburannya, yakni di Setra Kaliuntu atau di Kristen Kaliasem. “Saat ini masih menunggu keputusan pengurus Setra dulu. Saya ingin di Setra Kaliuntu agar berdampingan dengan sang adik,” tutupnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN