MANGUPURA, BALIPOST.com – Proyek jalan pintas (shortcut) Simpang Padonan, Canggu, Kuta Utara Badung segera dipelaspas. Pemelaspasan digelar Rabu (10/1).

Setelah dipelaspas, proyek yang mulai dikerjakan pada 3 November 2023 itu akan dibuka untuk mengurai kemacetan di Canggu. Berdasarkan pantauan Bali Post, Senin (8/1), shortcut ini tengah dalam proses pengaspalan. Sejumlah pekerja dan alat berat masih terlihat beraktivitas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Kadis Badung Ida Bagus Surya Suamba yang dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut. Namun, secara keseluruhan jalan itu diklaim telah rampung. “Untuk jalannya sudah rampung, termasuk saluran irigasi dan yang lainnya,” ujarnya.

Baca juga:  Alih Fungsi, Sawah di Denpasar Menyusut 230 Hektar

Birokrat asal Tabanan ini mengakui, pembangunan Shortcut Simpang Padonan dibangun untuk mengurai kemacetan yang terjadi. Bahkan, tidak hanya di pembangunan jalan itu, sejumlah jalan di Kuta Utara juga dilakukan penataan dan diperlebar.
“Kawasan ini merupakan kawasan berkembang dalam dunia pariwisata. Sehingga kita lakukan penataan dan mencarikan solusi akan kemacetan yang terjadi. Jadi Rabu nanti di upacarai dulu paginya, setelah itu langsung dibuka,” bebernya.

Baca juga:  Dari Kasus Tanah Pura Samuan Tiga hingga BNNP Ungkap Kasus Narkotika Libatkan WNA

Sebelumnya, Kabid Bina Marga PUPR Badung, Ngurah Suardika menjelaskan shortcut dibangun untuk mengalihkan arus dari arah Denpasar menuju Batu Bolong. Bahkan, jalannya kurang lebih 400 meter, dari Simpang Padonan ke barat di SMP Pancasila. “Dalam pembebasan lahan sendiri, menggunakan dana APBD dengan anggaran Rp 25 miliar,” jelasnya

Selain itu, untuk pengerjaan jalannya, Badung pun kembali mengucurkan anggaran APBD perubahan Rp 6 miliar. “Langsung dilakukan pengerjaan jalannya. Setelah pembebasan lahan, langsung pengerjaan jalan dengan anggaran Rp 6 miliar,” ujarnya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Desa Adat Kuta Batalkan Pasar Majelangu

Simak selengkapnya di video

BAGIKAN