SEMARAPURA, BALIPOST.com – Geliat pariwisata membuat akomodasi wisata di wilayah Kepulauan Nusa Penida kian menjamur. Dampaknya, selain naiknya kebutuhan air bersih, suplai listrik juga harus terpenuhi.

Sementara, kebutuhan listrik untuk seluruh areal Nusa Penida hanya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Belum terhubung dengan listrik Jawa-Bali.

Manajer PLN UP3 Bali Timur, Agung Wibowo, belum lama ini, menyampaikan kapasitas listrik PLN Nusa Penida saat ini sudah menjadi 12,8 MW. Untuk menangani naiknya kebutuhan listrik di Nusa Penida, PLN melalui anak perusahaannya, yakni PT PLN Indonesia Power sudah merencanakan penambahan daya sebesar 5 MW. Ini diperkirakan suplai daya listrik aman sampai April 2024, dengan beban puncak diperkirakan mencapai 15 MW.

Baca juga:  Meski Diberlakukan Program Ini, Serapan Gabah Petani Masih Tergolong Minim

Opsi pemasangan kabel laut, untuk mengkoneksikan kabel Jawa-Bali ke Nusa Penida kembali dimunculkan. Namun, pemasangan kabel laut ini, harus mempertimbangkan aspek yang lebih serius lagi. Yakni kelestarian terumbu karang.

Sebab, wilayah Kepulauan Nusa Penida itu dipenuhi berbagai kekayaan hayati, termasuk terumbu karang yang sangat beragam.

Pemasangan kabel laut ini jangan sampai merusak terumbu karang di Nusa Penida, yang juga dikenal sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP).

Baca juga:  Puluhan Warga Batal Nyeberang ke Nusa Penida

Pemasangan kabel laut menuju Nusa Penida sudah pernah dilakukan tahun 2013. Laporan hasil survei yang dilakukan CTC bersama Lembongan Marine Association (LMA) kala itu, diketahui dampak kerusakan terhadap terumbu karang mencapai 914,3 meter persegi. Angka ini mencakup area terumbu karang dampak cukup tinggi, yakni 727,4 meter persegi dan 186,9 meter persegi termasuk dampak rendah. Kemudian dampak dari jangkar kapal dihitung mencapai 2.960 meter persegi.

Baca juga:  Kelola Sampah di TPA Suwung, Ini Usulan Gubernur Bali

Upaya pemasangan kabel laut saat itu tidak menghasilkan apa-apa. Dalam proses pemasangan itu, rupanya ada palung laut yang sangat dalam sehingga kabel lautnya terbawa arus yang cukup deras. (Bagiarta/balipost)

Simak selengkapnya di video

BAGIKAN