Wayan Koster. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Video yang menampilkan sekelompok masyarakat yang enggan mendukung calon presiden-wakil presiden dari PDIP karena Megawati Soekarnoputri menolak pembangunan bandara di Bali Utara viral di media sosial. Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster memberi tanggapan.

Menurutnya, hal itu tak berpengaruh pada suara partainya. “Tidak berpengaruh ke PDIP, kalau menurut saya itu spontanitas sebagai suatu reaksi, dan mudah-mudahan murni bukan karena ada dorongan rekayasa dari pihak tertentu, tentu saya berterima kasih atas aspirasinya, ke depan itu jadi sesuatu yang harus diperhatikan,” katanya, Sabtu (18/11) dikutip dari Kantor Berita Antara.

Mantan Gubernur Bali itu mengaku sudah menonton video terkait. Hingga saat ini ia belum mengetahui siapa orang-orang di dalam video, bahkan ia merasa isu bandara di Bali Utara adalah isu lama yang dicurigai muncul lagi karena hendak pemilu.

Baca juga:  Terlibat Jaringan Narkoba Istri Jro Jangol, Rahman Diadili

Diketahui bahwa video tersebut diunggah melalui akun TikTok ketutuser89089512 pada Kamis (16/11). Saat ini video yang didalamnya terekam sekitar 17 orang itu sudah ditonton sebanyak 789 ribu kali.

Adapun kalimat yang dilontarkan salah satu orang di video tersebut berbunyi Om Swastiastu, kami masyarakat Bali Utara tidak mendukung capres dan cawapres dari PDIP karena Megawati tidak setuju ada bandara di Buleleng. Kami ingin pekerjaan, kami jauh dari peradaban, kami lapar, kami miskin. Supaya bandara segera dibangun di Buleleng, hidup Buleleng.

Baca juga:  Terungkap! Kronologi Penganiayaan Berujung Tewasnya Sri Widayu

“Ya itu aspirasi, Bu Megawati bukan menolak begitu, tapi apakah bandara baru ini sudah dibutuhkan betul, mendesak saat ini, menurut saya belum,” ujar Koster.

Menurutnya, kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai masih cukup untuk melayani wisatawan, pun jika dibutuhkan bandara harus diurus terlebih dahulu infrastruktur pendukungnya, seperti akses antar kabupaten agar bandara dapat berkembang bukan justru kosong penumpang, apalagi keinginan masyarakat adalah mendapat pekerjaan di sana.

“Jadi sebelum bicara bandara pastikan kebutuhan yang memang sudah harus dipenuhi sebelum membuat bandara baru, lalu akses ke Bulelengnya selesaikan dulu, short cut saja belum, lalu itu tol belum, kereta api belum, bandar udara itu terakhir, setelah akses daratnya sudah memadai,” kata dia.

Baca juga:  Tambahan Harian Kasus COVID-19 Nasional Masih di Atas 5.000 Orang

Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyampaikan penolakannya terhadap pembangunan bandara di Bali Utara.

Saat kunjungannya di KEK Sanur, Senin (16/1/2023) lalu itu ia mengaku tujuan dari penolakannya demi rakyat Bali karena pada akhirnya yang akan diuntungkan adalah investor.

“Saya ngobrol sama Gubernur Koster waktu mau dibangun lagi bandara di Buleleng. Ngamuk saya, saya panggil dia, enak saja hanya untuk menguntungkan pariwisata,” kata dia saat itu.

Proyek bandara di Bali Utara sendiri akhirnya belum dilanjutkan, akibat Presiden Jokowi tak memasukkannya dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *