Proses penyiraman dalam rangka mengurangi dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas proyek drainase. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keluhan warga di Desa Kampial, Nusa Dua, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, terkait proyek penataan drainase di Jalan Ocean Blue, disikapi kontraktor Hilstone Indah Construction. Pihak penggarap berjanji akan menuntaskan proyek bulan ini.

Pengawas Lapangan Hilstone Indah Construction, Ade saat dimintai keterangan Minggu (10/9), mengakui ada pengerjaan di sejumlah ruas yang dilewati lantaran alasan teknis, sehingga menimbulkan kesan mangkrak. “Jika memang ada warga yang mengeluhkan debu dan lain sebagainya, kami mohon maaf. Kami pastikan proyek tidaklah mangkrak. Proyek tetap berjalan, bahkan kami target selesai di bulan ini,” ujarnya.

Menurutnya, kendala teknis yang dihadapi adalah perlunya pemasangan buis. Hanya saja bahan yang diperlukan tengah dalam proses pengerjaan. “Di sana itu perlu dipasang semacam buis. Itu sudah kami pesan tapi belum jadi sehingga pengerjaan di titik itu kami lompati dulu. Nanti kalau sudah selesai, pasti langsung kami pasang,” katanya.

Baca juga:  Menurun, Kunjungan Wisatawan Australia Ke Tanjung Benoa

Sejatinya, kata Ade pihaknya hanya melanjutkan proyek drainase yang sebelumnya mangkrak. Sebab, di sepanjang jalan tersebut tidak terdapat drainase. Oleh karena itu, ada pihak yang menyumbang pembuatan selokan. Namun setelah sempat jalan, proyek ternyata mangkrak.

“Karena kami membutuhkan akses tersebut kaitan dengan aktivitas konstruksi di Ocean Blue, jadi kami tawarkan diri untuk ambil alih pekerjaan itu. Kami juga sudah komunikasikan itu dengan pihak desa,” katanya.

Ditanya soal keluhan terhadap debu yang ditimbulkan, Ade memastikan pihaknya terus berupaya untuk menyikapi hal tersebut, salah satunya dengan penyiraman rutin. “Untuk debu, kami sudah lakukan penyiraman. Bahkan dua kali dalam sehari dengan menggunakan mobil tangki,” ungkapnya.

Baca juga:  Holiday Inn Resort Benoa Raih "Best Value Family Beach Resort"

Pihaknya berharap warga setempat dapat memaklumi dampak yang ditimbulkan. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk segera menyelesaikan pekerjaan drainase tersebut. “Jika ada warga yang mengeluhkan sesuatu kaitan dengan proyek tersebut, agar menyampaikan kepada pihak desa adat untuk kemudian diteruskan kepada kami,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek penataan drainase yang berada di Jalan Ocean Blue terkesan mangkrak sehingga menimbulkan polusi udara. Sarta, salah seorang warga yang bermukim di sekitar proyek tersebut mengakui sangat terganggu dengan polusi yang ditimbulkan. Terlebih lubang gorong-gorong telah dibuat, namun tidak ada tindak lanjut pengerjaan.

“Kami selaku warga merasa keberatan dengan macetnya proyek itu. Sebab, jalan jadi berdebu, rusak. Bahkan saya mau masuk ke rumah sendiri mengalami kesulitan karena lubang gorong-gorong sudah dibuat, namun dibiarkan sudah hampir dua bulan lamanya,” ucapnya.

Baca juga:  Diawali Cekcok, Warga NTT Main Tebas

Proyek gorong-gorong tersebut, kata Sarta merupakan proyek swasta yang dikerjasamakan dengan pihak desa setempat. “Ini bukan pemerintah, tapi swasta yang join dengan desa adat, katanya akan ada penataan namun sampai sekarang macet,” ungkapnya.

Dikatakan, polusi yang ditimbulkan proyek tersebut sempat disampaikan kepada pemerintah desa. Hanya saja tidak ada tindak lanjut maupun solusi atas polusi yang ditimbulkan. “Sudah mengadu ke bendesa adat, namun sejauh ini belum ada tindakan apa-apa,” ucapnya. (kmb27)

 

foto:proyek

Bali Post/ist

PENYIRAMAN – Proses penyiraman dalam rangka mengurangi dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas proyek drainase.

BAGIKAN