Petugas mengevakuasi jasad karyawan resort yang meninggal karena putusnya tali sling lift, Jumat (1/9). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Tiga jasad korban kecelakaan kerja tali sling lift yang putus masih dititip di RSU Payangan. Hal ini disampaikan Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, S.Ked. M.Si. ketika dihubungi Sabtu (2/9) pagi.

Ia menyampaikan pengambilan ketiga jasad yang mengalami kecelakaan kerja di salah satu resort di Kedewatan, Ubud itu masih menunggu keputusan keluarga terkait pelaksanaan upacara. “Keluarga masih berdiskusi kapan upacara masing-masing dan bagaimana tindak lanjutnya,” ucapnya.

Baca juga:  Kasus Omicron di Surabaya, Belasan Karyawan Vila akan Jalani "Exit Test" COVID-19

Berdasarkan laporan Polsek Ubud, tiga korban yang dititipkan meliputi Ni Luh Superningsih (20) asal Desa Melinggih Kelod Payangan, I Wayan Aries Setiawan (23) dari Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, dan Kadek Yanti Pradewi (19) asal Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Ketiga korban sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis di RSU Payangan. Karena terlempar, ketiganya mengalami luka di sekujur tubuh.

Dua korban meninggal di TKP, yaitu Kadek Hardiyanti dan Sang Putu Bayu Adi Krisna. Jasad keduanya dititip di Rumah Sakit Ari Canti Ubud.

Baca juga:  Pasien Positif COVID-19 di Gianyar Bertambah

Menurut Direktur RS Ari Canti, dr. I Putu Oka Darmawan, MARS, jasad keduanya masih dititip. Jasad Aries akan dipulangkan 7 September sambil menunggu info dari keluarga.

Sedangkan jasad Kadek Hardiyanti yang berasal dari Taman Bali rencananya dipulangkan sore ini. Pihak keluarga disebutnya masih mengurus izin pemulangan dari kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, lima karyawan sebuah resort di Kedewatan tewas akibat lift yang ditumpangi mengalami putus tali. Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (1/9) sekitar pukul 13.00 WITA. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Gangguan Jiwa, IB Suamba Gantung Diri
BAGIKAN