Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat mengunjungi Gudang Ekspor Shopee di Jakarta, Rabu (30/8/2023). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indonesia fokus untuk meningkatkan perdagangan khususnya ekspor di kawasan ASEAN yang memiliki pangsa pasar lebih dari 600 juta orang.

“ASEAN ini pasarnya besar 600 juta penduduk, kita lihat yang jauh EU (Uni Eropa) cerewet sekarang, nah coba kita fokuskan ASEAN dulu. Malaysia tadi meningkat, kemudian Thailand, Filipina,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan usai mengunjungi Gudang Ekspor Shopee di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (30/8).

Baca juga:  Pelaku Ekspor Bali Datangi DPRD, Keluhkan Soal Ini

Zulkifli menjelaskan, ASEAN memiliki Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) atau perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan 10 negara anggota ASEAN.

Ke depannya, RCEP akan menjadi perdagangan yang bebas tarif kepabeanan serta dapat bertransaksi secara digital. “ASEAN itu menjadi program prioritas, kita sudah punya RCEP kalau di ASEAN. Nanti arahnya perdagangan kita seperti EU ya, sudah bebas tarif, nanti kepabeanannya udah pakai elektronik, kemudian juga nanti semua data udah bisa pakai digital,” kata Zulkifli.

Baca juga:  Tokoh Agama Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi COVID-19, Tetap Disiplin Prokes

Zulkifli mengatakan, ASEAN akan bersatu dalam hal perdagangan. Menurut Zulkifli, perjanjian dagang antar negara ASEAN merupakan jalur cepat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara kawasan. “Memang kebijakan-kebijakan kita sekarang sudah ada toll way-nya atau jalan tolnya ASEAN,” ujar Zulkifli.

Lebih lanjut, salah pendorong ekspor dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah kehadiran lokapasar, di mana pembeli dari berbagai negara dapat melihat produk melalui etalase penjual.

Baca juga:  Eksportir Terdampak, Order Baru Hampir Tidak Ada

Lokapasar tersebut, telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi penjual. Tak hanya di wilayah dalam negeri, UMKM juga bisa memasarkan produknya untuk pembeli luar negeri.

“Dengan e-commerce, sekarang kan orang pesan, lihat produknya bagus. Akses pasar tidak hanya di Jawa Barat, tidak hanya di Solo, makanya bisa sampai Malaysia, Thailand sampai Timur Tengah dengan sistem e-commerce sekarang,” kata Zulkifli. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *