Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengapresiasi inovasi kerja Gubernur Bali, Wayan Koster. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengapresiasi inovasi kerja Gubernur Bali, Wayan Koster, karena mampu memanajemen dengan baik bantuan Pinjaman Tanpa Bunga dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sebesar Rp 1,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) Kementerian Keuangan untuk pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, di Kabupaten Klungkung dengan hasil Pemerintah Provinsi Bali memiliki nilai investasi mencapai Rp 5 triliun.

Apresiasi terhadap kinerja Gubernur Koster tersebut disampaikan langsung oleh Menteri PPN, Suharso Monoarfa saat melakukan peluncuran Bali-Kerthi Development Fund (BDF) dan Project Management Office (PMO) Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (19/8).

Baca juga:  Kerajinan Koran Bekas Terbentur SDM

Gubernur Koster menyampaikan terimakasih kepada Menteri PPN, Suharso Monoarfa yang memiliki komitmen sangat kuat, nyata, dan luar biasa mendukung pembangunan Bali. Salah satunya dengan memfasilitasi Pinjaman Tanpa Bunga dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sebesar Rp1,5 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) Kementerian Keuangan untuk pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, di Kabupaten Klungkung. Meliputi pembebasan lahan dan pematangan lahan seluas 326 hektare serta pembangunan jalan dan sarana prasarana penunjang.

Setelah dimatangkan, dilakukan penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik, nilai total Kawasan Pusat Kebudayaan Bali menjadi Rp 5 triliun, naik 324% atau naik lebih dari 3 kali lipat. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali menjadi daya tarik wisata baru dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pengelolaan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali ditugaskan kepada PT Perseroda Pemprov Bali bekerja sama dengan pihak ketiga dalam bentuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), untuk membangun Zona Inti dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun dan Zona Komersial dengan investasi lebih dari Rp10 triliun.

Baca juga:  Lontar, Warisan Intelektual Mengandung Banyak Pengetahuan

Gubernur Koster mengatakan, pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali akan berdampak langsung bagi Bali. Yakni, akan menjadi sumber baru pendapatan asli daerah Provinsi Bali, menjadi sumber baru pendapatan asli daerah Kabupaten Klungkung, berdampak di wilayah Kabupaten Gianyar, Karangasem, dan Bangli, meningkatkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja baru, mengurangi angka kemiskinan, sertaenyeimbangkan pembangunan wilayah Bali Tengah dan Bali Timur.

Menteri PPN, Suharso Monoarfa menyampaikan Wayan Koster adalah satu – satunya Gubernur yang memiliki inovasi kerja jangka panjang untuk kemajuan pembangunan di Provinsi Bali. Gubernur Koster melakukan pinjaman PEN senilai Rp 1,5 triliun, kemudian dana yang dipinjamnya ternyata mampu menghasilkan nilai investasi sebesar Rp 5 triliun, setelah dimatangkannya Kawasan Pusat Kebudayaan Bali, di Kabupaten Klungkung. Kawasan Pusat Kebudayaan Bali juga akan menciptakan lapangan kerja. Sehingga Gubernur Koster sudah meletakan dasar pembangunan Bali masa depan untuk seterusnya. “Karena itu, untuk 5 tahun mendatang Pak Wayan Koster saya doakan kembali menjadi Gubernur Bali,” tandasnya. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  Gubernur Koster Resmikan Kantor MDA Kabupaten Klungkung
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *